body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Rabu, 19 November 2014

Plebografi

PLEBOGRAFI
Anatomi














Pembuluh darah merupakan salah satu system peredaran di dalam tubuh manusia. Pembuluh darah terdiri atas tiga bagian yaitu pembuluh darah arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah vena berfungsi mengantarkan darah ke jantung. Dinding pembuluh darah terdiri tiga lapisan yaitu lapisan terluar terdiri atas jaringan ikat yang fibrus yang disebut tunika advesia, lapisan tengah berotot tipis, kurang kuat, lebih mudah kempis dan kurang elastic dibandingkan dengan arteri, dan lapisan paling dalam yang endothelial disebut tunika intima.

Untuk pemeriksaan plebografi harus mengetahui sistem peredaran darah pada extrimitas inferior, yaitu pembuluh darah apa saja yang melewatinya dan kearah mana pembuluh darah tersebut berjalan.  Terdapat dua macam pembuluh darah, yaitu :

Pembuluh darah Arteri
Dimulai dari Arteri Femoralis yang berjalan melintasi sisi medial paha dan disepertiga bawah paha berjalan dibelakang sendi lutut, dimana menjadi Arteri Poplitea. Kemudian bercabang lagi menjadi dua arteri utama untuk melayani extrimitas inferior.
Arteri Tibialis Anterior terletak disebelah bagian anterior otot betis, dan berjalan melintasi lekukan pergelangan kaki menjadi arteri Dorsalis Pedis. Arteri ini melayani stuktur pada sebelah dorsal kaki dan memberi cabang kepermukaan dorsal semua jari kaki. Arteri-arteri ini dapat diraba, ditengah-tengah antara maleolus lateral dan medial, didepan sendi pergelangan kaki dalam kedudukan dorsofleksi.
Cabang kedua dari Arteria Poplitea ialah Arteri Tibialis Posterior, yang berjalan kebawah dibelakang Tibia, terletak disebelah dalam otot tungkai bawah. Arteri ini masuk kedalam telapak kaki melalui sebelah belakang Maleolus dibawah jaringan retikulum pergelangan kaki. Kemudian bercabang menjadi Arteri Plantaris Medial untuk melayani struktur ditelapak kaki.





Pembuluh Darah Vena
Pembuluh darah Vena yang terbesar adalah Vena Safena Magna yang panjang dimulai dari sebelah medial dorsum kaki dan menerima cabang-cabang Vena dari daerah ini, kemudian berjalan keatas disebelah medial tungkai dibelakang lutut untuk muncul kedepan lagi dan akhirnya menembus fasia kedalam Vena Femoralis yang berda di dalam selaput Femoralis.
Vena Safena kecil yang pendek mulai pada sisi lateral kaki. Berjalan dibelakang Maleolus lateralis dan melalui tengah tengah betis tungkai kearah lutut. Cabang-cabang dari kaki dan dari belakang tungkai diteima dan akhirnya menembusi fasia di dalam daerah poplitea untuk bergabung dengan Vena Poplitea ( dalam ).
Pada pemeriksaan Plebografi yang diperiksa hanyalah Pembuluh Darah Vena yang berjalan berlawanan arah dengan Pembuluh Darah Arteri. Pembuluh Darah Arteri berjalan dari jantung sampai ke kaki bagian bawah sedangkan Pembuluh Darah Vena berjalan dari kaki bagian bawah kembali manuju jantung.








Gambar 1 dan 2  Anatomi Peredaran darah Arteri dan Vena pada Extremitas Inferio
Patologi dan Indikasi Pemeriksaan
Beberapa kelainan patologis yang terjadi pada pembuluh darah tungkai bawah antara lain : deep vein trombosit (DVT), flebitis, thrombosis vena dan trombo-flebitis. Varises istilah Varises vena menunjukkan adanya dilatasi vena, yang secara khas disertai keadaan vena yang memanjang dan berkelok-kelok. Penyebab varises vena yang pasti belum diketahui. Varises dibedakan menjadi primer dan sekunder. Penyebab varises primer tampaknya adalah kelemahan structural dari dinding pembuluh darah yang diturunkan. Dilatasi dapat disertai gangguan katup vena karena daun katup tidak mampu menutup dan menahan aliran refluks. Varises primer cenderung terjadi pada vena-vena permukaan karena kurangnya dukungan dari luar atau kurangnya resistensi jaringan subkutan.
Varises sekunder disebabkan oleh gangguan patologi system vena dalam yang ditimbulkan konginental atau didapat, menyebabkan dilatasi vena-vena permukaan, penghubung atau kolateral. Jika katup vena penghubung tidak berfungsi dengan baik, maka peningkatan tekanan sirkuit vena dalam akan menyebabkan aliran balik darah kedalam vena penghubung. Darah vena akan dialirkan ke vena permukaan dari vena dlam, hal ini merupakan predisposisi untuk timbulnya varises sekunder pada vena permukaan. Pada keadaan ini vena permukaan berfungsi sebagai pembuluh kolateral untuk system vena dalam.
Indikasi Pemeriksaan ini dilakukan untuk :
Menentukan letak kedalaman pembuluh darah vena
Kemampuan katup pada pembuluh darah vena
 Letak kebocoran pada pembuluh darah vena
Ketiga hal tersebut merupakan indikasi dari Deep Vena Thrombosis  (pembengkakan dinding pembuluh darah vena) dengan atau tanpa pulmonary atau embolism penyumbatan dan penggumpalan pada pembuluh darah dan Oedema.
Kontra Indikasi 
Pasien dengan riwayat alergi kontras media berat
Kehamilan
Umur tua dengan status cardiopulmonary berat

Prosedur Pemeriksaan
Pengertian
Plebografi atau secara umum disebut juga venografi adalah pemeriksaan pembuluh darah vena pada bagian extrimitas bawah (anggota gerak bawah) dengan penyuntikan kontras media langsung kedalam vena superficial pada telapak kaki bagian dorsal.. Pembuluh vena yang sering dilakukan pada pemeriksaan ini antara lain : vena orbitalis, vena extrimitas inferior, vena cava inferior.
Alat dan Bahan
Steril
Sclap vein set (butterfly needles) ukuran 19 dan 23
Spuit 20 dan 50 ml
Flexible connections dan Y-Shape connector
Drawing-up cannula dan Gallipot
Kain kassa dan Baju pasien
Unsteril :
Skin cleanser (Hibitine 0,5 %)
Local anastesi (Lignocaine 1 %)
Kontras Media (Meglumine Iothalamate 60 %, Conray 280)
Jarum disposible
Infus
Plester
Obat-obat emergency

Persiapan Pasien sebelum prosedural
Pasien tidak makan dan minum selama 5 jam sebelum tindakan
Pasien mixie sebelum pemeriksaan
cek status renalis (BUN, Creatinin) dan hidrasi, khususnya penderita diabetes
Informed consent
Kurangi kecemasan pasien, jika perlu sedasi dengan diazepam 10 mg per oral
Mendapatkan hasil dari test noninvasif sebelumnya atau venogram

Teknik Pemeriksaan
 Foto Pendahuluan
Pasien diposisikan supine, dipertengahan meja pemeriksaan
Foto mencakup tungkai atas, lutut, tungkai bawah dan ankle dengan menggunakan under couch tube.
Foto Selanjutnya
Pasien diberikan premedikasi, yaitu Omnophon sebelum pemeriksaan kemudian berikan anastesi lokal pada daerah vena superficial pada bagian telapak kaki bagian dorsal
Jika memungkinkan pemeriksaan pasien dilakukan dengan posisi erect, agar pembuluh darah vena bagian dalam akan lebih terlihat. Posisi erect tidak dapat dilakukan pada pasien yang memiliki kasus vena trombosis akut, tetapi pada kasus seperti ini pasien diatur supine dengan menyudutkan meja pemeriksaan 20°-30° dengan posisi kaki lebih rendah dari kepala.
Lakukan kompresi pada ankle, pada beberapa kasus biasanya dilakukan kompresi di beberapa bagian seperti pada bagian bawah lutut untuk memperkuat pengisian pembuluh darah vena pada kaki.
Kompresi tersebut lebih bagus bila dilakukan dengan mengikatkan tali yang ukuran lebarnya 5 cm (2 inci).
Pemasukan kontras media dilakukan dengan penyuntikan jarum kecil yang disambungkan dengan flexible polythen (butterfly needle) ke dalam pembuluh darah vena di kaki bagian dorsal dan pastikan jarum tetap pada posisinya dengan cara dilekatkan dengan plester.
Pada saat penyuntikan kontras media kompresi harus dikencangkan dan pasien diminta melakukan valsava manufer (pasien diminta untuk menarik napas lalu keluarkan sekuatnya sambil mulut ditutup dan hidung dijepit dengan dua jari). Instruksi ini dilakukan agar memberikan efek untuk mengembangkan pembuluh darah vena agar menjadi lebih besar dan gambaran katup lebih terlihat pada gambar.
Kaki yang diperiksa diatur endorotasi untuk memisahkan gambaran tibia dan fibula agar tidak overlapping dan tidak menutupi pembuluh darah vena.
Kontras media disuntikkan sedikit demi sedikit dengan kecepatan penyuntikan 5-6 ml/detik hingga vena yang diperiksa penuh, lalu suntikan kembali kontras media untuk mengisi penuh vena yang akan diperiksa selanjutnya sambil mengatur kompresinya. Biasanya untuk mengisi penuh vena pada tungkai bawah diperlukan waktu 5-10 detik setelah penyuntikan. Sedangkan untuk mengisi penuh vena pada tungkai atas diperlukan waktu 15-20 detik setelah penyuntikan.
Perjalanan kontras media diikuti dengan fluoroscopy dan pengambilan foto AP dan Lateral yang dilakukan mulai dari tungkai bawah dengan melepas kompresi pada ankle lalu ke tungkai atas dengan melepas kompresi pada lutut sambil pasien melakukan valsava manufer sesuai instruksi dari dokter radiologi.
Untuk melihat vena illiaca diatur kompresinya dan kemiringan meja pemeriksaan juga dapat membantu memperlihatkan gambaran pangkal dari vena cava inverior.
Setelah pemeriksaan pasien harus diinfus agar konsentrasi kontras media berkurang dalam pembuluh darah berkurang dan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Prosedural dan Foto
Lakukan puncture vena dengan memilih vena perifer pada dorsum pedis kemudian pasang tourniquet pada proksimal paha dan distal betis.
Injeksikan kontras 100-150 ml terus menerus, pastikan bebas reflux darah, tidak ada subcutaneous extravasasi (terasa nyeri dan lokal sweeling selama pemberian kontras) dan injeksi kontras mudah dimasukkan pada salah satu kaki dengan  tekanan yang cukup, posisi pasien seperti pada gambar 1.
Ikuti kontras IV secara intermitten dengan fluoroskopi. Diinjeksikan dengan tangan lebih dari 2 menit







Gambar 3 CR-Arah sinar dan penyudutan dari meja pemeriksaan
Pada tiap-tiap tungkai Extremitas Inferio
Sinar tegak lurus dengan kaset film dibawah lutut,  45-60 derajat sudut dibentuk antara meja pemeriksaan dengan bidang datar.
Sinar fokus pada lutut yang tegak lurus dengan kaset film, 30-45 derajat sudut dibentuk antara meja pemeriksaan dengan bidang  datar.
Sinar fokus pada cavum pelvis yang tegak lurus dengan kaset film, 15-30 derajat sudut antara meja pemeriksaan dengan bidang datar.
Posisi supine dengan sinar frontal tegak lurus dengan film setinggi umbilicus; opsifikasi pada vena iliaka dan IVC dilakukan dengan maneuver valsalva selama elevasi kaki
















Hasil Radiografi
Lower limb venogram
Right Popliteal Vein
Thrombus

Thrombus






Normal left lower limb venogram
Common Iliac Vein

External Iliac Vein

Femoral Vein

Popliteal Vein

Kesimpulan
Plebografi adalah pemeriksaan radiografi dari pembuluh darah Vena pada bagian extrimitas bawah (anggota gerak bawah) dengan menyuntikkan kontras media langsung kedalam vena superficial pada telapak kaki bagian dorsal.
Indikasi Pemeriksaan
Menentukan letak kedalaman pembuluh darah vena
 Kemampuan katup pada pembuluh darah vena
 Letak kebocoran pada pembuluh darah vena
Ketiga hal tersebut merupakan indikasi dari Deep Vena Thrombosis  (pembengkakan dinding pembuluh darah vena) dengan atau tanpa pulmonary embolism  ( penyumbatan dan penggumpalan pada pembuluh darah ) dan Oedema.
Kontra Indikasi 
Pasien dengan riwayat alergi kontras media berat
Kehamilan
Umur tua dengan status cardiopulmonary berat






DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Plebografi. Online: http://setanmantul.blogspot.com/2014/02/plebografi.html. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.
Anonim. 2012. Plebografi. Online: http://stockingsehat.blogspot.com/2012/07/plebografi.html. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.
Anonim. 2012. Teknik Pemeriksaan Plebografi. Online: http://blogbabeh.blogspot.com/2012/01/normal-0-false-false-false_17.html. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.
Anonim. 2010. Gambar Peredaran pembuluh darah Vena Extremitas Bawah. Online: http://3.bp.blogspot.com/_yfGe_52-Yx4/TUPlY15jHpI/AAAAAAAAAA4/L9yPPYeHKGc/s1600/pendarahan-vena-ekstremitas-bawah.jpg. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.
Anonim. 2013. Gambar Anatomi pendarahan Vena Extremitas Bawah. Online: http://3.bp.blogspot.com/_e6KHJps0mEU/TP-QrkipCoI/AAAAAAAAAC0/WSTLWmuqa0w/s320/em_2399.gif. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.
Briand, G. 1998. Diagnostic Radiologic: Third Edition.
Ballinger, Phillip W. 1986. Merrill’s Atlas Of Radiographic Positions and Radiologic Procedures: Vol. Three_ Sixth Edition. USA:Mosby.









































PLEBOGRAFI

Disusun
Oleh :
Kelompok I
AHMAD WAHYU MANGGALATUNG ARTIAH
ANDI MUHAMMAD AKRAM AWALIYAH
ANDI NURUL CHUTAMI ELVITA A. SOLEMAN
ANTON CIREMAI PUTRA ARNA ANUGRAHWATI
FIRDAYANTI BUGIS FITRYANINGSIH
FAISAL ALBAR

AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI ( ATRO )
MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read