body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Kamis, 20 November 2014

Pengaruh Budaya terhadap Kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membawa perubahan terhadap kehidupan manusia baik perubahan dalam hal pola hidup maupun tatanan sosial termasuk dalam bidang kesehatan dan sering berhubungan langsung dengan norma dan budaya yang dianut oleh masyarakat yang tinggal atau menetap pada tempat tertentu.
Pengaruh sosial budaya dalam masyarakat sangat berperan penting dalam mencapai derajat kesehatan yang setinggi – tingginya, perkembangan sosial budaya ini merupakan tanda bahwa masyarakat tersebut telah mengalami perubahan dalam proses berfikir.
Hubungan antara budaya dan kesehatan sangat erat karna kebudayaan atau kultur dapat membentuk kebiasaan dan respon terhadap kesehatan dan penyakit dalam segala masyarakat tanpa memandang tingkatannya. Oleh karna itu saya sebagai salah satu bagian dari tenaga kesehatan harus mampu membuat masyarakat mengerti tentang proses terjadinya suatu penyakit dan bagaimana pula cara penanganannya.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan kesehatan dan Budaya ?
Bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap bidang kesehatan ?
Bagaimana perubahan budaya mempengaruhi kesehatan ?



Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kesehatan dan Budaya.
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap bidang kesehatan.
Untuk mengetahui Bagaimana perubahan budaya mempengaruhi kesehatan

Manfaat Penulisan
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai bagaimana pengaruh kebudayaan dan lingkungan terhadap bidang kesehatan
Sebagai bahan informasi dan referensi bagi mahasiswa Atro yang lain.














BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Kesehatan dan Budaya
Pengertian Kesehatan
Menurut UU No.23 1992
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Menurut WHO (World Health Organisation)
Kesehatan adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental dan sosial serta tidak cacat dan bebas dari penyakit.
Menurut Perkins (1938)
Sehat adalah keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia)
Kesehatan adalah sebagai ketahanan jasmani, ruhaniyah, dan sosial yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunanNya dan memelihara serta mengembangkannya.
Menurut White (1977)
Kesehatan adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan apapun ataupun tidak terdapat tanda – tanda suatu penyakit dan kelainan.
Menurut Neuman (1982)
Sehat adalah suatu keseimbangan biopsiko sosio culture dan spiritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten.

Pengertian Budaya
Menurut Croydon (1973 : 4)
Budaya adalah suatu system pola terpadu yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran namun semua yang mengatur perilaku manusia seperti senar dimanipulasi dari control boneka gerakannya.
Nostrand (1989 : 51)
Budaya merupakan sikap dan kepercayaan cara berfikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas.
Richard Brisling (1990 : 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita – cita bersama secara luas nilai pembentukan dan penggunaan kategori asumsi tentang kehidupan dan kegiatan goal directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai “banar” dan “benar” oleh orang – orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
Raymond Williams (1961 : 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan materi intelektual dan spiritual.
Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku baik secara individu maupun kelompok.
Dr. Moh. Hatta
Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Bidang Kesehatan
Kebudayaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan ilmu kesehatan diantarnya :
Pengaruh Tradisi
Pengaruh tradisi adalah pengaruh yang telah lama dilakukan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Ada beberapa tradisi di dalam masyarakat yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Misalnya Seorang ibu yang baru saja melahirkan mendapat pantangan untuk memakan telur, daging, dan sebagainya. Ibu tersebut hanya diperbolehkan memakan nasi dan garam serta kecap saja dengan alasan gatal – gatal dan alasan lain, hal ini sudah dilakukan turun temurun dan membudaya di lingkungan masyarakat tersebut. Seharusnya adalah ibu yang baru melahirkan memakan makanan bergizi agar mempercepat proses penyembuhan jaringan dalam tubuh ibu tersebut. Karna hal tersebut sudah merupakan kebiasaan pada msyarakat setempat sehingga ibu yang melahirkan melaksanakan anjuran tersebut.

Pengaruh Fatalistis
Pengaruh fatalistis adalah pengaruh yang mampu membuat seseorang  bersikap putus asa apabila menghadapi suatu masalah Sikap fatalistis ini juga mempengaruhi perilaku kesehatan. Contonya : beberapa anggota masyarakat dikalangan kelompok tertentu (fanatik) yang beraga islam percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan, dan sakit atau mati adalah takdir, sehingga masyarakat kurang berusaha untuk segera mencari pertolongan pengobatan bagi anaknya.

Sikap Etnosentris
Sikap etnosentris adalah sikap yang memandang kebudayaan sendiri yang paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan pihak lain. Masyarakat tentu memiliki budaya dan ilmu kesehatan juga memiliki budaya.
Misalnya : pada masyarakat tertentu seorang anak yang sedang luka dilarang memakan telur karna alasan telur dapat membuat luka tersebut infeksi gatal – gatal dan lama sembuh, itu adalah budaya yang salah dan tidak sesuai dengan budaya kesehatan yang mengharuskan anak tersebut memakan telur agar mempercepat penyembuhan jaringan.

Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Pengaruh perasaan bangga pada statusnya misalnya dalam upaya perbaikan gizi disuatu daerah pedesaan tertentu menolak untuk makan daun singkong, walaupun mereka tahu kandungan vitaminnya tinggi. Setelah diselidiki ternyata masyarakat beranggapan daun singkong hanya pantas untuk makanan kambing dan mereka menolaknya karna status mereka tidak dapat disamakan dengan kambing.

Pengaruh Norma
Contonya dalam hal upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi banyak mengalami hambatan karna ada norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan ibu hamil sebagai pengguna pelayanan.



Pengaruh Nilai
Nilai yang berlaku didalam masyarakat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. Contonya : masyarakat memandang lebih bergengsi beras putih daripada beras merah, padahal mereka mengetahui bahwa vitamin B1 lebih tinggi diberas daripada beras putih.

Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan
Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan berpengaruh terhadap kebiasaan pada seseorang ketika ia dewasa. Misalnya manusia biasa makan nasi sejak kecil akan sulit diubah kebiasaan makannya setelah dewasa.

Perubahan Budaya Mempengaruhi Kesehatan
Ada tiga alur tingkatan pengaruh budaya terhadap kesehatan. Pengaruh ini dari urutan atas ke bawah menunjukkan peningkatan kompleksitas dan pengaruhnya bersifat semakin tidak langsung pada kesehatan.
Pada alur paling atas terlihat bagaimana perubahan pada kondisi mendasar lingkungan fisik contonya : suhu ekstrim atau tingkat radiasi ultraviolet yang dapat mempengaruhi biologi manusia dan kesehatan secara langsung. Misalnya sejenis kanker kulit.
Alur dua tingkatan lain yaitu ditengah dan bawah mengilustrasikan proses – proses dengan kompleksitas lebih tinggi termasuk hubungan antara kondisi lingkungan fungsi – fungsi ekosistem dan kodisi sosial ekonomi.

Alur tengah dan bawah menunjukkan tidak mudahnya menemukan korelasi langsung antara perubahan lingkungan dan kondisi kesehatan. Akan tetapi dapat ditarik benang merah bahwa perubahan – perubahan lingkungan ini secara langsung atau tidak langsung bertanggung jawab atas faktor – faktor penyangga utama kesehatan dan kehidupan manusia, seperti :
Produksi bahan makanan
Air bersih
Kondisi iklim
Keamanan fisik
Kesejahteraan manusia dan jaminan keselamatan serta kualitas sosial
Para praktisi kesehatan dan lingkungan pun akan menemukan banyak domain permasalahan baru, menambah deretan permasalahan pemunculan toksi ekologi lokal, sirkulasi lokal penyebab infeksi sampai kepengaruh lingkungan dalam skala besar yang bekerja pada gangguan kondisi ekologi dan proses penyangga kehidupan ini. Jelaslah bahwa resiko terbesar dari dampak perubahan budaya atas kesehatan dialami mereka yang paling rentan lokasi geografisnya atau paling rentan tingkat sumber daya sosial dan ekonominya.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Menurut UU No.23 1992 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Menurut Dr. Moh. Hatta Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Pengaruh Kebudayaan Terhadap Bidang Kesehatan dipengaruhi oleh :
Pengaruh Tradisi dan Pengaruh Fatalistis
Sikap Etnosentris
Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Pengaruh nilai dan Pengaruh norma
Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan
Resiko terbesar dari dampak perubahan budaya atas kesehatan dialami mereka yang paling rentan lokasi geografisnya atau paling rentan tingkat sumber daya sosial dan ekonominya.

Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca,agar mencari keterangan-keterangan yang lebih mendetail tentang materi-materi yang dipaparkan di atas demi kesamaan persepsi dan interprestasi dalam berbagai masalah yang ditulis oleh penulis.
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat dijadikan motivasi bagi para pembaca ,khususnya bagi penulis untuk lebih giat dalam mempelajari dan memahami ilmu pengetahuan dibidang radiologi.

DAFTAR PUSTAKA

http://sitirohmie.blogspot.com/2013/04/makalah-pengaruh-sosial-budaya.html
http://kesehatankeluarga.net/pengaruh-taraf-budaya-terhadap-kesehatan-198.html
http://kesehatankeluarga.net/pengaruh-kemajuan-pengetahuan-terhadap-kesehatan-202.html
http://cowkerf11.blogspot.com/2014/01/contoh-makalah-konsep-dasar-kesehatan.html
http://www.bascommetro.com/2009/04/pengaruh-budaya-terhadap-kesehatan.html
http://kesehatankeluarga.net/bagaimana-pengaruh-lingkungan-terhadap-kesehatan-128.html



1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read