body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Rabu, 19 November 2014

Ercp

ANATOMI DAN FISIOLOGI
ANATOMI
KANDUNG EMPEDU









Gambar 1
Anatomi Kandung Empedu

Kandung empedu adalah sebuah kantong berbentuk terong dan merupakan membran berotot. Letaknya di bagian inferior hepar pada lobus dextra bersebelahan dengan lobus quadratus.umumnya mempunyai panjang 8-12 cm, dan dapat berisi ± 60 cc.kandung empedu terdiri dari :
1. Fundus
2. Corpus
3. Collum
Kandung empedu terdiri dari tiga pembungkus yaitu, lapisan paling luar atau serosa peritoneal, lapisan kedua berupa jaringan berotot tak bergaris, lapisan paling dalam merupakan membrane mukosa.kandung empedu mempunyai beberapa ductus yaitu ductus sistikus, ductus coledhocus, ductus hepaticus comunis yang merupakan pertemuan dari ductus hepaticus sinistra dan dextra.
PANKREAS

Gambar 2
Anatomi pancreas

Pankreas adalah organ pada  sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama:  menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting.
Pankreas terletak di bagian belakang rongga perut bagian atas, dan terbentang horizontal  dari usus halus Ke organ limfa.
Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5 cm. Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans.

FISIOLOGI
KANDUNG EMPEDU
Fungsi kandung empedu tempat penyimpanan dan pemekatan getah empedu yang dihasilkan oleh hati, kotraksi kandung empedu dan relaksasi dari sphincter Oddi di ketengahi oleh hormon Cholecyctokinin yang di sebabkan oleh dinding duodenum sebagai reaksi dari lemak intramural dan asam amino. Getah empedu dikelurkan 500-1000 cc/hari,sekresinya berjalan terus-menerus dan dipercepat pada saat pencernaan lemak. Kandung empedu mempunyai dua fungsi yaitu fungsi kholeretik yang menyebabkan sekresi empedu bertambah dan fungsi kholagogi yang menyebabkan kandung empedu mengosongkan diri.
PANKREAS
Pankreas merupakan kelenjar eksokrin (pencernaan) sekaligus kelenjar endokrin.
Fungsi endokrin
Sel pankreas yang memproduksi hormon disebut sel pulau Langerhans, yang terdiri dari sel alfa yang memproduksi glukagon dan sel beta yang memproduksi insulin.
Fungsi eksokrin
Kelenjar eksokrin pada paankreas disebut acini,  yang menghasilkan enzim yang terlibat pada proses pencernaan ketiga jenis molekul kompleks makanan.

INDIKASI
Pankreatitis Akut
Pankreatitis Kronis
Kista Pankreas
Tumor Pankreas
Perubahan Kantung Empedu
Batu dan Polip
Tumor Kandung Empedu
Kelainan Kantung Empedu yang Jarang (Kista saluran empedu, Sindroma Caroli)
Perubahan Kantung Empedu
Kolangitis Arborisasi Intrahepatik pada perubahan Hepar yang primer (Hepatomegali,   Sirosis Hepatis, Tumor dan Metastase)
C. KONTRA INDIKASI
Sensitif kontras media
Pankreatitis Akut yang membentuk abses.
Kista pancreas.

D. PROSEDUR PEMERIKSAAN
PENGERTIAN ERCP
Endoskopi adalah suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh manusia. Dapat secara visual dengan mengintip menggunakan alat tersebut (rigid/fiber-skop) atau langsung melihat pada layar monitor (skop evis), sehingga kelainan yang ada pada organ tersebut dapat dilihat dengan jelas (Agus Priyanto, 2009, hlm. 13)
Salah satu peralatan endoskopi medical adalah fiberskop di mana bagian dari alat yang masuk kedalam organ bagian dalam tubuh (saluran cerna) berbentuk pipa yang lentur (fleksibel) dan di dalamnya terdapat serat-serat optic yang berfungsi sebagai pemungut gambar serta pembawa cahaya. (Agus Priyanto, 2009, hlm. 13)
Pemeriksaan endoskopi adalah pemeriksaan penunjang yang memakai alat endoskopi untuk mendiagnosis kelainan-kelainan organ di dalam tubuh antara lain saluran cerna, saluran perkemihan, rongga mulut, rongga abdomen, dan lain-lain
Tindakan Endoskopi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      Gastroskopi
2.      Kolonoskopi
3.      ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography)
Yang dibahas dalam makalah ini adalah tindakan ERCP
ERCP (endoscopoc retrograde cholangiopancreatography) adalah pemeriksaan di tunjukan untuk fisualisasi dengan bahan kontras secara retrograde dan mengetahui langsung saluran empedu eferen dan duktus pankreatikus dengan memakai suatu duodenoskop dan mempunyai pandangan samping (G.Pott, 1995, hlm. 3).
ERCP merupakan suatu perpaduan antara pemeriksaan endoskopi dan radiologi untuk mendapatkan anatomi dari sistim traktus biliaris (kolangiogram) dan sekaligus duktus pankreas (pankreatogram).
ERCP suatu cara pemeriksaan infasif, yang hanya dilakukan apabila ada indikasi positif yang kuat. Biasanya merupakan langkah terakhir dari suatu seri pemeriksaan dan dipakai untuk deteksi atau diferensisi suatu penyakit saluran empedu atau pancreas setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan telah dilengkapi dengan pemeriksaan laboratories, sonografis, serta radiologis.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
Fiber optic endoscope, yakni satu bendel glass fibre disatukan dan xenon light illuminator. Ditengah alat ini ada saluran untuk masuk kateter untuk memasukan kontras media
Pemeriksaan dilalukan dengan bantuan fluoroscopy dan TV monitor
Pesawat roentgen yang dilengakapi florouskopi.
Endoskopik tube.
Wire guide.
Kaset ukuran 24x30 cm.
Film Rontgen ukuran 24x30 cm.
Apron
Gonad shield
Obat dan peralatan emergensi

Persiapan Bahan Kontras
Untuk saluran pankreas, Meglumine diatrizoate 65% (Angiografin) karena kontras media seharusnya memiliki kandungan Iodine yang tinggi dan rendah keracunan. Garam Meglumine digunakan sebagai pencampuran Garam Sodium sebagai karena sakit ketika bahan kontras disuntikkan dan mungkin karena pasien tersebut menderita pankreatitis.
Untuk Saluran Empedu, Meglumine iothalamate 60% (Conray 280) karena bahan media kontras tersebut diharuskan tidak terlalu hitam atau dengan kata lain opasitas kecil, seperti pada contoh yang disebabkan oleh papilloma atau radiolucent calculi empedu, harus digelapkan.

PERSIAPAN PASIEN
Tanyakan apakah pasien hamil atau tidak.
Tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat asma atau tidak.
Pasien diminta menginformasikan tentang obat-obatan yang dikonsumsi.
Pemeriksaan darah lengkap dilakukan 1-2 hari sebelumnya.
Pasien puasa 5-6 jam sebelum pemeriksaan dimulai.
Bila diperlukan, pasien dapat diberikan antibiotik.
Penandatanganan informed consent (IC).
Plain foto abdomen.
Premidikasi ameltocaine lozenge 30 mg.
Media kontras :
untuk Pancreatic Duct Angiografin 65% 
untuk Billiary Duct diberikan Conray 280.

TEKNIK PEMERIKSAAN
Pasien disedasi atau dianesthesi.
Pasien miring di sisi kiri pada meja pemeriksaan.
Endoskop dimasukan melalui mulut,turun ke esofagus, kemudian gaster,melalui pylorus, dan masuk ke dalam duodenum dimana terdapat Ampulla of  Vater (pembukaan common bile duct dan pancreatic duct) dan Sphincter of Oddi  adalah muscular valve yang mengatur pembukaan ampulla.
Kemudian sebuah cannula atau catheter dimasukan melalui ampulla, dan zat radio kontras disuntikkan ke dalam duktus biliaris dan duktus pankreatikus.
Endoskopi diposisikan pada bagian tengah duodenum dan papilla vateri.
Poly kateter diisi media kontras (berada di pertengahan endoskopi).
Dibuat spot foto dipandu dengan fluoroscopy.






Gambar 3
Gambar alat Duodenoskop








Gambar4 A: Normal biliary and pancreatic ducts during an ERCP, B: ERCP image

HASIL RADIOGRAFI


Gambar 1.2
Ket :

Gambar 5
Pankreatogram Retrograd Normal

Keterangan Gambar :
Duktus santorimi tidak berkembang. Dapat di lihat processus unsinatus dan mempunyai ciri-ciri tersendiri (panah).
Duktus wirsungianus berjalan agak ke cranial. Pada kauda terlihat percabangan perifer yang baik.






Gambar 6
Karsinoma korpus pancreas

Keterangan gambar :
Diagnosis : Karsinoma korpus pancreas
Klinis : seorang wanita berusia 68 thn dengan penurunan berat badan, dan keluhan abdomen bagian atas . Dari pemeriksaan sonografi, terdapat kecurigaan adanya proses desak ruang di daerah korpus pancreas.
ERCP : Sumbatan total duktus di sebelah proksimal korpus dan tidak ada tanda-tanda pancreatitis koronis.
Komentar : Dapat dipertimbangkan terapi pembedahan karena keadaan umum  baik dan tidak terdapat penekanan pada saluran empedu eferen. 




Gambar 7
Tumor

Keterangan gambar :
Diagnosis : karsinoma Intraluminal saluran empedu
Klinis : seorang wanita berusia 66 thn dengan nyeri abdomen merata yang akut pada kwadran kanan atas dan ikterus yang progresif.
ERCP : Kelainan letak dan bendungan salran empedu secara endoskopik transpapilier (stenting) untuk paliatif.

POST TINDAKAN
Memindahkan pasien dari meja radiologi ke tempat tidur pasien
Mengobservasi tanda-tanda vital, muntah dan tingkat kesadaran
Serah terima pasien kepada perawat ruangan setelah keadaan umum pasien memungkinkan
Menyampaikan program dokter kepada perawat ruangan
Pasien dipuasakan 4 jam pertama setelah tindakan ERCP
Membersihkan dan membereskan alat.

PERAWATAN POST PROSEDUR 
Pasien dimonitor hingga efek dari obat-obatan hilang.
Setelah pemeriksaan : pasien mungkin akan mengalami perasaan tidak nyaman pada tenggorokan, kembung & nausea (udara yg masuk).
Komplikasi yg mungkin muncul : pancreatitis, perforasi, pendarahan ataupun reaksi alergi akibat sedative.
Informasikan pada pasien untuk melaporkan apabila muncul fever, nyeri yang hebat ataupun pendarahan.














KESIMPULAN
ERCP (endoscopoc retrograde cholangiopancreatography) adalah pemeriksaan di tunjukan untuk fisualisasi dengan bahan kontras secara retrograde dan mengetahui langsung saluran empedu eferen dan duktus pankreatikus dengan memakai suatu duodenoskop dan mempunyai pandangan samping
Pemeriksaan ERCP  dapat dilakukan pada tahap terakhir setelah pemeriksaan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan telah dilengkapi dengan pemeriksaan laboratories, sonografis serta radiologis. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan utuk melihan kelainan yang ada pada kandung empedu, pasien yang terserang penyakit ini biasanya merasakan nyeri pada bagian kanan atas perut itu akibat dari saluran empedu yang tersumbat karena adanya batu atau terjadi infeksi. Rasa nyeri itu biasanya timbul perlahan hingga sampai pada puncaknya dan kembali hilang perlahan, rasa nyeri itu timbul hanya beberapa jam saja.
Media kontra yang digunakan : untuk Pancreatic Duct Angiografin 65%  dan untuk Billiary Duct diberikan Conray 280










DAFTAR PUSTAKA
Artawijaya Ajung, 2012. Teknik Radiografi Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography (ERCP) (online) http://catatanradiograf.blogspot.com/2010/08/teknik-radiografi-endoscopic-retrograde.html. diakses tahun 2012
G.pott, B.Schameyer,dkk, 1995. ERCP-ATLAS.jakarta : penerbit buku kedokteran
latifin khoirul, 2011. Anatomi fisiologi pancreas,(online) http://khoiiirul.blogspot.com/2014/02/anatomi-fisiologi-pankreas.html. diakses tgl  26 februari 2014
Manaluboyalex, 2014. Seputar dunia radiologi, (online) http://setanmantul.blogspot.com/2014/01/ercp-endoscopicretrograde-colangio.html. diakses tgl 15 januari 2014
Tanzemarie, 2013. Tindakan endoskopi,(online) http://dokumenlon.blogspot.com/2013/06/tindakan-endoskopi.html. diakses tgl 15 juni 2013




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read