body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Minggu, 18 Mei 2014

Pengaruh Geometri pada Radiograf

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Citra radiografi merupakan hal penting dalam menunjang praktek Kedokteran radiografi sehari-hari. Setiap radiologist (dokter spesialist radiologi) pasti menginginkan gambar radiografi atau foto rontgen dengan kualitas yang semaksimal mungkin dalam rangka menegakkan diagnosis, membuat rencana perawatan, dan menilai keberhasilan perawatan yang telah dilakukan terhadap pasiennya.
Radiografer sebagai seorang mitra kerja seorang radiologist (dokter spesialist radiologi) harus dapat memberikan hasil kerja yang maksimal dan berkualitas, baik detail mutu maupun karakteristik gambar radiografi. Apabila citra radiografi yang dihasilkan terlalu rendah, dapat menyebabkan tingkat diagnostik yang rendah pula, dan apabila kualitas diagnosa yang dihasilkan rendah, pasti akan menimbulkan kesulitan dalam menentukan tahap perawatan berikutnya terkait kasus yang dialami pasien.
Secara umum, salah satu faktor penentu tingginya kualitas gambar radiografi (citra radiografi) yang dihasilkan adalah kualitas dari equipment atau perlengkapan pemeriksaan radiografi. Sebagai sumber daya manusia paramedik yang berkualitas terutama dalam faktor geometri.        

Rumusan Masalah
Apakah pengertian dari geometri ?
Bagaimana sejarah dari geometri  ?
Apakah pengaruh geometri terhadap kualitas radiograf ?

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari geometri
Untuk mengetahui bagaimana sejarah geometri
Untuk mengetahui apakah pengaruh geometri terhadap kualitas radiograf

Manfaat Penulisan
Sebagai tugas dari mata kuliah Fisika Radiodiagnostik 
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pengertian, sejarah dan pengaruh geometri terhadap kualitas radiograf
Sebagai bahan informasi dan referensi bagi mahasiswa Atro yang lain.




BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Geometri
Geometri berasal dari kata Greek atau geo adalah bumi dan metria adalah ukuran jadi geometri adalah sebagian dari matematika yang mengambil persoalan mengenai ukuran, bentuk, dan kedudukan serta sifat ruang. Geometri adalah salah satu dari ilmu yang tertua. Awal mulanya sebuah badan pengetahuan praktikal yang mengambil berat dengan jarak, luas dan volume, tetapi pada abad ketiga geometri mengalami kemajuan yaitu tentang bentuk aksiometik oleh Euclid yang hasilnya berpengaruh untuk beberapa abad berikutnya.Geometri merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika. Ilmu Geometri secara harfiah berarti pengukuran tentang bumi, yakni ilmu yang mempelajari hubungan di dalam ruang.
Peradaban-peradaban kuno ini diketahui memiliki keahlian dalam drainase rawa, irigasi, pengendalian banjir dan pendirian bangunan-bagunan besar. Kebanyakan geometri Mesir kuno dan Babilonia terbatas hanya pada perhitungan panjang segmen-segmen garis, luas, dan volume.


Sejarah Geometri
Ada enam wilayah yang dapat dipandang sebagai sumber penyumbang pengetahuan geometri yaitu
Babilonia (4000 SM - 500 SM)
Geometri yang lahir dan berkembang di Babilonia merupakan sebuah hasil dari keinginan dan harapan para pemimpin pemerintahan dan agama pada masa itu. Hal ini dimaksudkan untuk bisa mendirikan berbagai bangunan yang kokoh dan besar.  Juga harapan bagi para raja agar dapat menguasai tanah untuk kepentingan pendapatan pajak. Teknik-teknik geometri yang berkembang saat itu pada umumnya masih kasar dan bersifat intuitif. Akan tetapi, cukup akurat dan dapat memenuhi kebutuhan perhitungan berbagai fakta tentang teknik-teknik geometri saat itu termuat dalam Ahmes Papirus. Peninggalan berupa tulisan ini merupakan bagian dari barang-barang yang tersimpan oleh museum-museum di London dan New York. Dalam Papirus ini terdapat formula tentang perhitungan luas daerah suatu persegi panjang, segitiga siku-siku, trapesium yang mempunyai kaki tegak lurus dengan alasnya, serta formula tentang pendekatan perhitungan luas daerah lingkaran

Yunani(600 SM – 400 SM)
Di Yunani geometri mengalami masa emasnya. Sekitar 2000 tahun yang lalu ditemukan teori yang kita kenal dengan nama teori aksiomatis. Teori yang mendasarkan pada sesuatu yang paling dasar yang kebenarannya kita terima begitu saja. Kebenaran semacam ini disebut sebut kebenaran aksioma. Dari sebuah aksioma diturunkan berbagai dalil baik dalil dasar maupun dalil turunan. Dari era ini juga diperoleh warisan buku geometri yang hingga kini belum terbantahkan yaitu geometri Euclides.
Mesir (5000 SM - 500 SM)
Bangsa Mesir mendiami wilayah yang sangat subur di sepanjang sungai Nil. Pertanian berkembang pesat. Pemerintah memerlukan cara untuk membagi petak-petak sawah dengan adil. Maka, geometri maju di sini karena menyajikan berbagai bentuk polygon yang di sesuaikan dengan keadaan walayah di sepanjang sungai Nil. Orang-orang Mesir rupanya telah mengembangkan rumus-sumus ini dalam kehidupan mereka untuk menghitung luas tanah garapannya.
Selain melanjutkan mengembangkan geometri, mereka juga mengembangkan sistem bilangan yang kini kita kenal dengan sexagesimal berbasis 60.

Jasirah Arab (600 - 1500 AD)
Pada Zaman Pertengan, Ahli matematik Muslim banyak menyumbangkan mengenai perkembangan geometri, terutama geometri aljabar dan  aljabar geometri. Al- Mahani mendapat idea menguraikan masalah geometri seperti menyalin kubus kepada masalah dalam bentuk aljabar. Thabit Ibnu Qurra (836 – 901) dengan pengendalian aritmetikal yang diberikan kepada ratio kuantitas geometri, dan menyumbangkan tentang  pengembangan geomeri analitik. Omar Khayyam (1048 -1131) menemukan penyelasaian geometri kepada persamaan kubik.
India (1500 BC - 200 BC)
Di India para matematikawan memiliki tugas untuk membuat berbagai bangunan pembakaran untuk korban di altar. Salah satu syaratnya adalah  bentuk harus berbeda tetapi luasnya harus sama. Misalnya, membuat bangunan pembekaran yang terdiri atas lima tingkat dan setiap tingkat terdiri 200 bata. Di antara dua tingkat yang urutan tidak boleh ada susunan bata yang sama persis.   Saat itulah muncul ahli geometri di India.  Tentu, bangunan itu  juga dilengkapi dengan atap. Di sinilah berkembang teori-teori geometri.


Cina (100 SM - 1400).
Di awal perkembangan Islam, para pemimpin Islam menganjurkan agar menimba ilmu sebanyak mungkin. Kita kenal belajarlah hingga ke negeri Cina. Dalam era itu, Islam menyebar di Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol, Portugal, dan Persia salah satu yang dikembangkan adalah trigonometri dimana trigonometri merupakan salah satu pendekatan untuk menyelesaikan masalah geometri secara aljabar. Kita mengenalnya menjadi geometri analitik. Mereka juga mengembangkan polinomial.
Di wilayah timur Cina dikenal sebagai penyumbang  pengetahuan matematika yang handal. Di Cina terdapat buku yang berisi sembilan bab tentang matematika yang dibuat sekitar tahun 179 oleh Liu Hui. Buku ini memuat banyak masalah geometri. Di antaranya menghitung luas dan volume.







Pengaruh Geometri terhadap  Kualitas Radiograf
Geometri sangat berpengaruh terhadap kualitas radiograf diantaranya :
Pada saat penggunaan teknik Makroradiograf
Makroradiografi ialah teknik radiografi yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang diperbesar dari gambaran awalnya atau gambaran yang sebenarnya. Tujuan dari pembuatan gambar makroradiografi ialah untuk memperoleh informasi yang lebih jelas, yang tidak diperoleh dari hasil radiograf biasa diakibatkan oleh ukuran dari bagian-bagian tersebut yang teramat kecil.
Prinsip Pemeriksaan Makroradiografi
Teknik makroradiografi menggunakan prinsip magnifikasi atau pembesaran ukuran objek dari ukuran sebenarnya Adapun prinsip pemeriksaan teknik makroradiografi antara lain : 
Tanpa grid karena adanya air gap yang diakibatkan oleh OFD (Objek Film Distance) yang lebih besar.
Gambaran yang dihasilkan akan lebih besar dari gambaran yang sebenarnya bergantung pada pembesaran yang diinginkan.
Pemilihan focus kecil untuk mengurangi ketidaktajaman gambar.
Faktor eksposi lebih besar dikarenakan adanya pengaruh dari FFD dan air gap
Faktor-faktor yang berpengaruh
Faktor Pembesaran 
Jarak OFD dan FOD maka objek terletak diantara dua focus
Pembesaran bertambah bila OFD ditambah atau diperbesar
Pemilihan ukuran fokus berkaitan dengan adanya Unsharpness Geometri. Ukuran fokus yang semakin kecil akan memperkecil ketidak tajaman geometri.
Faktor Ketidakt ajaman Geometri 
Unsharpness Geometri berbanding lurus dengan ukuran focus yang digunakan
Unsharpness Geometric berbanding terbalik dengan FOD
Unsharpness Geometric berbanding lurus dengan OFD
Faktor Ketidak tajaman karena Gerakan
Gunakan peralatan fiksasi untuk mengurangi gerakan pasien.
Pergerakan pasien dapat menimbulkan Movement Unsharpness.


Faktor Eksposi 
Pemilihan Faktor Eksposi dipengaruhi oleh adanya Air gap antara objek dan film.
Semakin besar Air Gap maka Faktor eksposi yg digunakan akan makin besar.
Faktor Posisi
Tabung sinar – X harus diatur tegak lurus terhadap film dan objek
Bidang objek dan film diatur sejajar
Adanya kemiringan dari objek dapat mengakibatkan terjadinya distorsi gambar.
Teknik Pembesaran
Atur jarak focus ke objek (FOD) : 80 cm
Letakkan kaset diatas lantai sehingga jarak antara film dan objek pada meja pemeriksaan (OFD)  80 cm dan jarak antara fokus film (FFD) menjadi 160 cm.
Atur supaya sentrasi sinar tepat berada tengah kaset.
M =     =   = 2 , Jadi, M = 2 ( 2x Pembesaran )
     


Magnifikasi Geometri pada Radiografi
Magnifikasi atau pembesaran obyek ditentukan oleh perbandingan jarak. Jarak dari focal spot ke reseptor ( FFD ) untuk menghindari terjadinnya distorsi.
Cara Untuk Mengurangi Distorsi
Meminimalkan  jarak film ke obyek atau FOD berarti mengurangi  resiko ketidaktajaman dan mengurangi pembesaran citra atau bayangan yang dibentuk pada film.
Pastikan methode proyeksi penyinaran yang diterapkan pada pasien tidak mengakibatkan (objek). Pasien merasa kurang nyaman sehingga pasien cenderung bergerak dan akan mengakibatkan ada jarak atau celah antara film dengan objek sehingga efek magnifikasi atau pembesaran semakin besar.
Sebelum melakukan eksposi, pastikan  garis tengah sejajar dengan film dan tegak lurus dengan pusat sinar-x (Central Ray atau CR).





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Geometri berasal dari kata Greek atau geo adalah bumi dan metria adalah ukuran jadi geometri adalah sebagian dari matematika yang mengambil persoalan mengenai ukuran, bentuk, dan kedudukan serta sifat ruang.
Ada enam wilayah yang dapat dipandang sebagai sumber penyumbang pengetahuan geometri yaitu
Babilonia (4000 SM - 500 SM)
Yunani(600 SM – 400 SM)
Mesir (5000 SM - 500 SM)
Jasirah Arab (600 - 1500 AD)
India (1500 BC - 200 BC)
Cina (100 SM - 1400)
Geometri sangat berpengaruh terhadap kualitas radiograf diantaranya :
Pada saat penggunaan teknik makroradiografi
Pada magnifikasi gambar
Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca,agar mencari keterangan yang lebih mendetail tentang materi yang dipaparkan di atas demi kesamaan persepsi dan interprestasi dalam berbagai masalah ditulis.
DAFTAR PUSTAKA
Gabriel,J.F : Fisika Kedokteran, Buku Kedokteran EGC. Denpasar. 1998
Anonim : Fisika Radiodiagnostik. Diktat . Makassar. 2001
http://aby-matematika.blogspot.com/2011/08/sejarah-geometri.html



Rabu, 14 Mei 2014

Akulah sekuntum bait cinta, jika bibirku menyebutnya, maka bergetarlah jiwaku seperti senar dawai, dengan tembang cinta aku menyanyikan lagu-lagu rindu hingga pagi usai. Dengan topengku, aku berjalan dikeramaian, aku bertemu denganmu, dan masa laluku. Jika engkau kukenalkan dengan masa laluku, begitu mengagumkan dan engkau bertanya tentang keseluruhan cinta. Tapi aku diam. Sebab semuanya adalah topeng. Namun kehendakmu memaksaku, wajahku dingin dan hatiku seperti bertabrakan menghasilkan satu ritme yang menegangkan. Kumulailah menyebutnya cinta. Niscaya engkau akan melingkariku dan menyimak bait-bait syairku. Lalu sesungguhnya engkau tidak mengerti akan itu. Tetapi engkau terus mengagumiku. Tahukah, sahabatku? Setiap malam, aku berkelana, hanya ingin bertemu kesejatian kesepian dan hakikat kedalaman kesunyian. Setiap senja, aku berada dipinggiran pantai menyaksikan ombak memecah buih, dan menjilat karang-karang lelautan. Tapi cinta membuatku seperti majnun!!!

Sudhas Risal Sawil



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read