body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Jumat, 25 April 2014

Mutu Pelayanan Radiologi

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Wijoya dalam Assosiation Qualiti Communitee (1999) menjelaskan bahwa mutu adalah gambaran total sifat suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan memberikan kepuasan pelanggan. Pelayanan Kesehatan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2009) adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, ataupun masyarakat.
Tujuan pelayanan kesehatan adalah agar tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang memuaskan harapan dan kebutuhan derajat masyarakat               ( consumer satisfaction ), melalui pelayanan yang efektif dan efisien oleh pemeberi pelayanan ( Ahmad Djojosugitjo, 2001 ).
Salah satu bentuk pelayanan dalam bidang kesehatan adalah pelayanan dalam bidang radiologi yang merupakan pelayanan penunjang kesehatan yang menggunakan sinar pengion ataupun bahan radioaktif sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang saling berlawanan yaitu dapat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan di sisi lain akan sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol terlebih lagi bila dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten atau bukan radiografer. 
Saat ini di Indonesia keselamatan pasien sudah mulai menjadi perhatian serius. Dari penelitian terhadap pasien rawat inap di 15 rumah sakit dengan 4500 rekam medis, menunjukkan angka kejadian tidak diinginkan yang sangat bervariasi yaitu 8,0% hingga 98,2% untuk diagnostic error dan 4,1% hingga 91,6% untuk medication error.

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting dalam masalah minimnya pelayanan kesehatan dan untuk peningkatan daya saing usaha Indonesia di sector kesehatan. Hal ini tidak ringan karna peningkatan mutu tersebut berlaku untuk semua tingkatan pelayanan kesehatan baik di fasilitas pemerintahan maupun swasta.
Pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat di Indonesia maupun luar negri menjadi isu akhir-akhir ini oleh sebab itu saya sebagai penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan serta aspek yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan khususnya pada Instalasi Radiologi.

RUMUSAN MASALAH
Apakah mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan parasarana yang tersedia pada instalasi radiologi ?

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui apakah mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan parasarana yang tersedia pada instalasi radiologi

KEGUNAAN  PENELITIAN
Kegunaan Teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat berguna untuk memperluas pemahaman keilmuan menyangkut dengan pelayanan yang diberikan terhadap masyarakat.
Kegunaan Terapan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi instalasi radiologi sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

BAB II
KERANGKA PIKIR
KERANGKA PIKIR
Beberapa aspek yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan diantaranya :
Jumlah Radiografer
Jumlah radiografer merupakan salah satu aspek yang menunjang pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Keadaan radiografer yang kurang menyebabkan penyelenggaraan pelayanan yang dilaksanakan tidak maksimal dan kurang memenuhi kepuasan pasien atas pelayanan yang diberikan. Selain itu Radiografer akan kewalahan dalam menjalankan tugas dan akan menurunkan tingkat kemampuan serta keterampilan kerja dan ketanggapan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit.
Ketersediaan serta Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan fasilitas yang sangat penting pada instalasi radiologi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Keadaan fasilitas yang memadai akan membantu peningkatan pelayanan yang akan diberikan kepada pasien.












KERANGKA KONSEP

   










HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis Null ( Ho )
Tidak ada pengaruh antara jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan prasarana terhadap mutu pelayanan pada instalasi Radiologi.
Hipotesis Alternatif ( Ha )
Ada pengaruh antara jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan prasarana terhadap mutu pelayanan pada instalasi Radiologi.





BAB III
METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Makassar Sulawesi Selatan .
Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2014.

Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian Eksplanatori yaitu mencari hubungan sebab akibat.

Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan sekunder dimana :
Data Primer merupakan data yang bersumber langsung pada instansi terkait dengan cara melakukan wawancara secara langsung.
Data Sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan beberapa informasi yang berhubungan dengan penelitian dan menggunakan studi pustaka.

Metode Pengumpulan Data
Metode dalam penelitian ini adalah accidental sampling atau probability sampling dimana semua populasi berpeluang untuk dijadikan sampel.


Analisis Data
Pada penelitian ini analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Tahap Editing
Tahap editing dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan jawaban dan jelas tidaknya jawaban yang di dapatkan dari berbagai sumber. Tujuan dari tahap editing ini adalah agar data yang diperoleh merupakan informasi yang benar.
Tabulasi Data
Pada tahap ini data yang sudah diolah pada computer disajikan dalam bentuk tabel statistic.
Interpretasi Data
Setelah dilakukan tahap editing dan tabulasi data selanjutnya data diinterpretasikan ( pembahasan ) guna menajamkan analisa dari penelitian ini.













DAFTAR PUSTAKA

Joeharno 2008. Faktor-faktor yang memepengaruhi mutu,(Online) http://blogjoeharno.blogspot.com/2008/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-mutu.html?m=1 Diakses tanggal 15 April 2014.

Diah 2012. Pengertian mutu pelayanan kesehatan (online). http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/05/pengertian-mutu-pelayanan-kesehatan.html?m=1

Nn 2009. Faktor yang berhubungan dengan kinerja (online). http://contohproposalpenelitian.blogspot.com/2009/12/faktor-yang-berhubungan-dengan-kinerja.html?m=1

Primadona.2014. contoh proposal penelitian kualitas. http://primadonakita.blogspot.com/2014/02/contoh-proposal-penelitian-kualitas.html?m=1

Nn.1997. Ilmu kesehatan Masyarakat, Jakarta Rineka Cipta

Hamdana. 2007. Proposal skripsi, Makassar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read