body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Sabtu, 12 April 2014

22 : 13

Disaat semua sibuk dengan urusan masing entah itu tugas kuliah mereka disaat itu juga saya belajar untuk mandiri berusaha tidak merepotkan mereka.

Begitu banyak cerita yang ingin saya bagikan kepada mereka entah itu xerita senang sedih yang saya alami tapi semuanya hanyalah sebuah keinginan yang terpendam. Sekarang rasanya beda banget dengan dulu dimna kita masih bisa berbagi bersama dengan bebas tanpa ada beban kita akan saling mengganggu. Disetiap ada masalah semuanya terasa ringan karna kita saling berbagi dan mencari solusi dari masalah tersebut, tapi seiring berjalannya waktu perlahan semuanya berubah keadaan tak seperti dulu lagi , keadaan mengajarkanku kemandirian dalam menghadapi semua hal.
Berusaha diam menahan diri untuk tidak lagi berbagi dengan mereka cukuplah Allah yang tau apa yang saya rasakan.

Sesak menahan tangis agar tak jatuh didepan orang" terutama orangtua yang saya tampakkan dihadapan meteka adalah senyum meski saya tau mereka mengetahui apa yang rasakan tapi saya tetap tak ingin membebani nereka karna mereka juga terutama mama tak pernah menjatuhkan air matanya didepan anak anaknya dari situlah saya belajar untuk selalu tegar tidak boleh cengeng meski sebenarnya dada ini sesak banget harys menaha jeritan yang membelenggu.

Bahkan saat merasakan kejadian yang belum pernah rasakan sebelumnya dalam hidup saya dimana pada hari senin 7 April 2014 saya memuntahkan semua makanan yang ada dalam perut, muntah bagiku sudah menjadi hal biasa hampir setiap pagi, saat saya kedinginan, saat terlalu banyak tertawa saya akan muntah tapi muntahnya cuman air atau cairan bening tapi malam itu beda banget bahkan lambung rasanya pahiiitt bangat tubuh lemah bahkan saya sempat berfikir Tuhan akan memanggilku tapi saya terus berdoa kepada Allah agar tak melakukanNya karna saya masih ingin menghirup udara segar, masih ingin menikmati hidup dengan orang" yang saya sayangi dan menyayangiku dan saya belum punya cukup bekal yang akan saya bawa.

Kejadian kejadian yang menyakitkan dan menakutkan dalam hidup saya hadapi semua sendiri saya selalu yakin semuanya baik saja karna Allah selalu bersamaku tidak pernah meninggalkanku. Itu membuat saya kuat. Orang sekitar selalu mengatakan saya adalah orang yang tidak memiliki beban karna saya selalu tersenyum di depan mereka bahkan sesakit apapun saya berusaha menyembunyika kesakitan dan air mata.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read