body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Minggu, 27 April 2014

Metodelogi penelitian

Metodologi adalah ilmu atau cara melakukan penelitian.
Penelitian adalah usaha menemukan, mengembangkan dan menguji suatu kebenaran ilmu pengetahuan melalui metode ilmiah.

Penelitian dikatakan bersifat ilmiah jika :
Logical berarti penelitian tersebut masuk akal ( berlandaskan teori )
Empiris adalah yang dikemukakan adalah sebuah fakta
Sistematis dalam penelitian maupun dalam penulisan
Metode ( Cara ) Penelitian Ilmiah
Deduksi ( Umum ) teori kuantitatif atau menguji. Penelitian deduksi terbagi :
Deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan teori tanpa adanya sebab akibat.
Eksplanatori adalah penelitian yang mencari hubungan sebab akibat ditandai dengan kata :
Pengaruh
Hubungan
Komperatif
Induksi ( Khusus ) lapangan dan bersifat kualitatif.
Ilmu Pengetahuan
Ilmu ( Science ) adalah pengetahuan yang diperoleh melalui suatu penelitian ilmiah. Dan Pengetahuan adalah sesuatu yang ditemukan baik secara pengalaman, intuisi, teori maupun hasil-hasil penelitian.
Kebenaran suatu ilmu penegetahuan dapat dilihat dari dua pandangan:
Positivisme ( Kuantitatif ) yaitu variabelnya dapat diukur ( diangkakan ) dan teramati.
Post Positivisme ( Kualitatif ) yaitu proses pemaknaan variabelnya.

Struktur Ilmu
Fakta ( Kenyataan atau Fenomena )
Struktur ilmu yang paling mendasar yang merupakan abstraksi terbatas yang dapat menjelaskan suatu gejala, fenomena atau kejadian yang dibatasi oleh pelaku, ruang dan waktu.
Konsep
Suatu simbol yang sifatnya menunjuk sesuatu yang bersifat abstrak ( belum terlalu jelas ).
Contoh : Bangunan Sekolah, Gedung, Murid dan lain-lain.
Generalisasi ( Penggabungan Konsep )
proposisi dimana suatu pernyataan dua konsep atau lebih yang diikat oleh suatu proposisi melalui kata Jika dan Maka.
Contoh :
Jika harga suatu barang meningkat maka permintaan barang tersebut semakin kurang.
Harga dan Permintaan merupakan suatu konsep.
Cara Melihat Suatu Judul dikatakan Baik
Tergambar adanya variabel
Variabel Independen (X) yaitu variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi.
Variabel Dependen (Y) yaitu variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi.
Tergambar Jenis Penelitian
Tergambar Adanya Masalah Penelitian
Tergambar Tempat Penelitian
Cara Menemukan Judul
Menentukan topik atau isu adalah sesuatu yang meresahkan dan sering dibicarakan.
Harapan ( Dassen )
Kenyataan
Masalah adalah adanya geb antara kenyataan dengan harapan
Rumusan Masalah
Judul

Pertimbangan Dalam Merumuskan Suatu Judul
Menonjolkan sesuatu yang unik yaitu ketertarikan orang untuk mengetahui proposal kita.
Keterkaitan dengan peneliti bukan karna ikut-ikutan atau terpaksa.
Memberikan manfaat bagi peneliti atau suatu lembaga.
Peneliti memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang yang akan diteliti.
Kemungkinan dapat melakukan eksplorasi atau penelusuran terhadap sesuatu yang baru.
Pengulangan judul-judul yang sama dengan peneliti sebelumnya.
Harus yang uptodate actual dan tren.
Menunjukkan tujuan dan focus kearah mana penelitian dilakukan.
Memberikan kontribusi bagi penggalian atau pengembangan pengetahuan baru.
Harus mencerminkan sesuatu yang dapat memberikan kontribusi bagi peneliti atau lembaga penelitiannya.
Harus berada dalam jurusan atau prodi yang ditekuninya atau profesionalitas dibidangnya.

Kerangka pikir
Peta yang memberikan arahan penelitian tentang dimana dan kenapa kita harus melangkah dan paradigma dapat dilakukan baik secara kuantitatif dan kualitatif. Paradigma ini bisa :
Suatu gambaran
Model teori
Gagasan
Prinsip

Hipotesis
Hipotesis Alternatif  (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variabel dependen dengan independen
Hipotesis Nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel dependen dengan independen

Latar Belakang
Umum         
Khusus           
Alasan pentingnya penelitian dilakukan

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam suatu latar belakang.
Harapan karna yang dipersoalkan adalah masalah.
Kenyataan
Solusi pemecahan masalah
Menarik ( apa yang menarik dari penelitian yang dilaksanakan )
Penting yaitu apa dampak yang ditimbulkan jika tidak dilaksanakan penelitian.

Populasi ( N ) dan Sampel ( n )

Populasi terdapat dua unsur
Unsur Subyek adalah tempat dimana kita mendapatkan informasi atau data dari objek.
Unsur objek adalah sasaran penelitian ( variabel )
Populasi berdasarkan jumlahnya
Populasi Terbatas yaitu jika jumlahnya diketahui
Contoh : jumlah mahasiswa sebanyak 50 orang
Populasi tidak terbatas yaitu jumlahnya tidak diketahui
Contoh : mahasiswa ATRO
Populasi berdasarkan sifatnya atau karakteristik
Homogen yaitu populasi sama
Contoh : sama-sama mahasiswa
Heterogen yaitu populasi yang berbeda
Contoh : pria dan wanita

Apabila jumlah populasi banyak dan sifatnya tersebar berjauhan maka perlu dipertimbangkan dalam pengambilan sampel yaitu dari segi :
Waktu
Biaya
Tenaga
Menentukan besarnya ukuran sampel ( kriteria )
Statistik Deskriptif
Tabel Kranchi
Sistem persentasi minimal 15% dari populasi ( ×N )


Teknik Pengambilan Sampel
Probability Sampling ( Peluang )
Semua populasi berpeluang untuk dijadikan sampel misalnya dengan cara diundi dan lain-lain.
Non Probability Sampling
Tidak semua populasi berpeluang dijadikan sampel misalnya dengan cara :
Stratified Random Sampling
Simple Random Sampling

Alat Analisis Data
Menyangkut tentang struktur data, meliputi :
Editing ( Pengelompokan Data )
Tabulasi Data ( Memasukkan ke dalam tabel statistik )
Interpretasi Data ( Pembahasan )

Sekian dan terimakasih
Semoga bermanfaat



Jumat, 25 April 2014

Mutu Pelayanan Radiologi

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Wijoya dalam Assosiation Qualiti Communitee (1999) menjelaskan bahwa mutu adalah gambaran total sifat suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan memberikan kepuasan pelanggan. Pelayanan Kesehatan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2009) adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, ataupun masyarakat.
Tujuan pelayanan kesehatan adalah agar tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang memuaskan harapan dan kebutuhan derajat masyarakat               ( consumer satisfaction ), melalui pelayanan yang efektif dan efisien oleh pemeberi pelayanan ( Ahmad Djojosugitjo, 2001 ).
Salah satu bentuk pelayanan dalam bidang kesehatan adalah pelayanan dalam bidang radiologi yang merupakan pelayanan penunjang kesehatan yang menggunakan sinar pengion ataupun bahan radioaktif sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang saling berlawanan yaitu dapat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan di sisi lain akan sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol terlebih lagi bila dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten atau bukan radiografer. 
Saat ini di Indonesia keselamatan pasien sudah mulai menjadi perhatian serius. Dari penelitian terhadap pasien rawat inap di 15 rumah sakit dengan 4500 rekam medis, menunjukkan angka kejadian tidak diinginkan yang sangat bervariasi yaitu 8,0% hingga 98,2% untuk diagnostic error dan 4,1% hingga 91,6% untuk medication error.

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting dalam masalah minimnya pelayanan kesehatan dan untuk peningkatan daya saing usaha Indonesia di sector kesehatan. Hal ini tidak ringan karna peningkatan mutu tersebut berlaku untuk semua tingkatan pelayanan kesehatan baik di fasilitas pemerintahan maupun swasta.
Pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat di Indonesia maupun luar negri menjadi isu akhir-akhir ini oleh sebab itu saya sebagai penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan serta aspek yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan khususnya pada Instalasi Radiologi.

RUMUSAN MASALAH
Apakah mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan parasarana yang tersedia pada instalasi radiologi ?

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui apakah mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan parasarana yang tersedia pada instalasi radiologi

KEGUNAAN  PENELITIAN
Kegunaan Teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat berguna untuk memperluas pemahaman keilmuan menyangkut dengan pelayanan yang diberikan terhadap masyarakat.
Kegunaan Terapan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi instalasi radiologi sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

BAB II
KERANGKA PIKIR
KERANGKA PIKIR
Beberapa aspek yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan diantaranya :
Jumlah Radiografer
Jumlah radiografer merupakan salah satu aspek yang menunjang pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Keadaan radiografer yang kurang menyebabkan penyelenggaraan pelayanan yang dilaksanakan tidak maksimal dan kurang memenuhi kepuasan pasien atas pelayanan yang diberikan. Selain itu Radiografer akan kewalahan dalam menjalankan tugas dan akan menurunkan tingkat kemampuan serta keterampilan kerja dan ketanggapan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit.
Ketersediaan serta Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan fasilitas yang sangat penting pada instalasi radiologi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Keadaan fasilitas yang memadai akan membantu peningkatan pelayanan yang akan diberikan kepada pasien.












KERANGKA KONSEP

   










HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis Null ( Ho )
Tidak ada pengaruh antara jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan prasarana terhadap mutu pelayanan pada instalasi Radiologi.
Hipotesis Alternatif ( Ha )
Ada pengaruh antara jumlah radiografer serta kelengkapan sarana dan prasarana terhadap mutu pelayanan pada instalasi Radiologi.





BAB III
METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Makassar Sulawesi Selatan .
Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2014.

Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian Eksplanatori yaitu mencari hubungan sebab akibat.

Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan sekunder dimana :
Data Primer merupakan data yang bersumber langsung pada instansi terkait dengan cara melakukan wawancara secara langsung.
Data Sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan beberapa informasi yang berhubungan dengan penelitian dan menggunakan studi pustaka.

Metode Pengumpulan Data
Metode dalam penelitian ini adalah accidental sampling atau probability sampling dimana semua populasi berpeluang untuk dijadikan sampel.


Analisis Data
Pada penelitian ini analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Tahap Editing
Tahap editing dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan jawaban dan jelas tidaknya jawaban yang di dapatkan dari berbagai sumber. Tujuan dari tahap editing ini adalah agar data yang diperoleh merupakan informasi yang benar.
Tabulasi Data
Pada tahap ini data yang sudah diolah pada computer disajikan dalam bentuk tabel statistic.
Interpretasi Data
Setelah dilakukan tahap editing dan tabulasi data selanjutnya data diinterpretasikan ( pembahasan ) guna menajamkan analisa dari penelitian ini.













DAFTAR PUSTAKA

Joeharno 2008. Faktor-faktor yang memepengaruhi mutu,(Online) http://blogjoeharno.blogspot.com/2008/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-mutu.html?m=1 Diakses tanggal 15 April 2014.

Diah 2012. Pengertian mutu pelayanan kesehatan (online). http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/05/pengertian-mutu-pelayanan-kesehatan.html?m=1

Nn 2009. Faktor yang berhubungan dengan kinerja (online). http://contohproposalpenelitian.blogspot.com/2009/12/faktor-yang-berhubungan-dengan-kinerja.html?m=1

Primadona.2014. contoh proposal penelitian kualitas. http://primadonakita.blogspot.com/2014/02/contoh-proposal-penelitian-kualitas.html?m=1

Nn.1997. Ilmu kesehatan Masyarakat, Jakarta Rineka Cipta

Hamdana. 2007. Proposal skripsi, Makassar.



OsteoAtrithis

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penemuan sinar X oleh Wilhem Conrad Rontgen seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman telah memberikan perkembangan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya  dalam bidang kedokteran. Penggunaan sinar X dimulai oleh dr. Max Herman Knoch seorang ahli radiology berkebangsaan Belanda yang bekerja sebagai dokter tentara di Jakarta. Sejak saat itulah penggunaan sinar X di Indonesia terus berkembang.
Radiologi merupakan salah satu bagian dari ilmu kedokteran yang memanfaatkan penggunaan sinar X. Dimana ilmu Radiologi memiliki peranan penting dalam proses menegakkan diagnosa. Untuk menegakkan diagnosa suatu penyakit yang terletak di dalam tubuh memerlukan pemeriksaan Radiodiagnostik. Dengan pemeriksaan ini organ-organ yang berada dalam tubuh yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang dapat diperlihatkan melalui gambaran atau pencitraan Radiografi.
Sesuai dengan fungsinya sebagai sarana penunjang dalam menegakkan diagnosa, maka gambaran radiografi harus mempunyai kualitas yang tinggi sehingga diperlukan manajemen terhadap seluruh komponen yang terkait, yang ada dalam proses pencitraan meliputi: pasien, pengolahan, dan teknik pemeriksaan yang digunakan.
Genu atau biasa disebut Knee Joint merupakan salah satu organ yang memerlukan pemeriksaan Radiodiagnostik, karna pada Genu (Knee Joint) sering terjadi gangguan yang biasa disebut OA.

OA singkatan dari Osteoartitis merupakan penyakit sendi degeneratif, dimana keseluruhan struktur dari sendi mengalami perubahan patologis. Ditandai dengan kerusakan tulang rawan (kartilago) hyalin sendi, meningkatnya ketebalan serta sklerosis dari lempeng tulang, pertumbuhan osteofit pada tepian sendi dan meregangnya kapsula sendi, timbulnya peradangan,serta melemahnya otot–otot yang menghubungkan sendi.
Dengan alasan diatas maka penulis tertarik untuk mengangkatnyamenjadi sebuah laporan kasus akhir PKL I dengan judul “TEKNIK PEMERIKSAAN GENU (KNEE JOINT) PADA KASUS OSTEOATRITHIS (OA)”

Rumusan Masalah
Jelaskan anatomi fisiologi dari Genu !
Bagaimana teknik pemeriksaan genu pada kasus osteoatritis ?
Apa Bagaimana pathologi osteoatrithis ?

Tujuan
Untuk mengetahui anatomi dari knee joint (genu) serta teknik pemeriksaan genu pada kasus osteoatrithis dan mengetahui bagaimana pathologinya.

Manfaat
Sebagai penunjang dalam penyelesaian PKL I di RS. TK. II Pelamonia Makassar
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai bagaimana cara atau teknik pemotretan yang dilakukan agar memperoleh gambar Genu (Knee Joint)  yang baik.
Sebagai bahan informasi dan referensi bagi mahasiswa Atro yang lain.
BAB II
KAJIAN TORITIS
Anatomi Fisiologi Genu ( Knee Joint )
Anatomi Fisiologi Genu (Knee Joint) terdiri dari :







(Gambar 2.1) Genu proyeksi AP










(Gambar 2.2) Genu Proyeksi Lateral
Femur
Femur merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar di dalam tulang kerangka. Femur terdiri dari beberapa bagian diantaranya.
Pada bagian pangkal yang berhubungan dengan acetabulum membentuk kepala sendi yang disebut caput femoris.
Di sebelah  atas dan bawah dari columna femoris  terdapat  taju yang disebut trochantor mayor dan trochantor minor.
Dibagian ujung membentuk persendian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut condylus medialis dan condylus lateralis. Diantara kedua condylus ini terdapat lekukan tempat letaknya tulang tempurung lutut (patella) yang disebut dengan fosa condylus
Patella
Pada gerakan fleksi dan ekstensi patella akan bergerak pada tulang femur. Jarak patella dengan tibia saat terjadi gerakan adalah tetap dan yang berubah hanya jarak patella dengan femur. Fungsi patella di samping sebagai perekatan otot-otot atau tendon, patella juga berfungsi sebagai pengungkit sendi lutut. Pada posisi flexi lutut 90 derajat kedudukan patella di antara kedua condylus femur dan saat extensi maka patella terletak pada permukaan anterior femur
Tibia
Tulang tibia bentuknya lebih kecil, pada bagian pangkal melekat pada os fibula, pada bagian ujung membentuk persendian dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang disebut           os maleolus medialis.
Fibula
Fibula merupakan tulang pipa yang terbesar sesudah tulang paha yang membentuk persendian lutut dengan os femur pada bagian ujungnya terdapat tonjolan yang disebut os maleolus lateralis atau mata kaki luar.
Patologi pada Osteoatrithis (OA)







(Gambar 2.3) perbandingan patologi genu nomal dengan genu OA

Pada osteoatrithis terdapat proses degenerasi, reparasi, dan inflamasi yang terjadi dalam jaringan ikat, lapisan rawan, sinovium, dan tulang subchondral. Pada saat penyakit aktif salah satu proses dapat dominan atau beberapa proses dapat terjadi secara bersamaan dalam tingkat intensitas yang berbeda.
Osteoatrithis lutut berhubungan dengan berbagai  defisit patofisiologi seperti instabilitas sendi lutut, menurunnya LGS, disused atrophy dari otot quadriceps, nyeri lutut sangat kuat berhubungan dengan penurunan kekuatan otot quadriceps yang merupakan stabilisator utama sendi lutut dan sekaligus berfungsi untuk melindungi struktur sendi lutut.
Pada penderita usia lanjut kekuatan quadriceps bisa menurun sepertiganya dibanding dengan kekuatan quadriceps pada kelompok usia yang sama yang tidak menderita Osteoatrithis lutut.
Perubahan yang terjadi pada sendi lutut oleh karena Osteoatrithis adalah : 
Degradasi rawan
Degradasi timbul sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara regenerasi (reparasi) dengan degenerasi rawan sendi melalui beberapa tahap yaitu fibrilasi. Pelunakan, perpecahan, dan pengelupasan lapisan rawan sendi. Proses ini dapat berlangsung cepat atau lambat. Yang cepat dalam waktu 10 sampai 15 tahun, sedang yang lambat 20 sampai 30 tahun. Akhirnya permukaan sendi menjadi botak tanpa lapisan rawan sendi.
Osteofit
Osteofit timbulnya bersamaan dengan degenerasi rawan, timbul reparasi. Reparasi berupa pembentukan osteofit di tulang subchondral.
Sclerosis subchondral
Pada tulang subchondral terjadi reparasi berupa sclerosis pemadatan atau penguatan tulang tepat di bawah lapisan rawan yang mulai rusak.
Sinovitis
Sinovitis ialah inflamasi dari sinovium dan terjadi akibat proses sekunder degenerasi dan fragmentasi. Matrik rawan sendi yang putus terdiri dari kondrosit yang menyimpan proteoglycan yang bersifat immunogenik dan dapat mengantisipasi lekosit. Sinovitis dapat meningkatkan cairan sendi. Cairan lutut yang mengandung bermacam-macam enzim akan tertekan ke dalam celah-celah rawan. Ini mempercepat proses pengerusakan rawan. Pada tahap lanjut terjadi tekanan yang tinggi dari cairan sendi terhadap permukaan sendi yang botak. Cairan ini akan didesak ke dalam celah- celah tulang subchondral dan akan menimbulkan kantong yang disebut kista subchondral.

Penyebab Osteoatritis Genu
Hal-hal yang dapat menjadi faktor risiko timbulnya Osteoatrithis antara lain :
Usia
Semakin bertambahnya usia, resiko terjadinya penyakit sendi semakin besar. Pada usia tua terjadi perubahan pada rantai proteoglikan dan kandungan air pada tulang rawan. Perubahan struktur tulang rawan sendi menyebabkan perubahan vaskularisasi pada tempat tersebut sehingga aliran darah ke sendi menurun. Penurunan aliran darah ini menyebabkan proses perbaikan tulang rawan sendi menjadi lambat.
Jenis Kelamin
Berdasarkan penelitian, insiden Osteoatritis lutut lebih tinggi pada wanita di banding pria. Pada usia diatas 45 tahun Osteoatrithis lutut mengenai 6 persen sampai dengan 13 persen pada  laki-laki sedangkan pada wanita angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 7 persen sampai dengan 19 persen.
Obesitas
Berat badan turut berperan dalam patogenesis dan patofisiologi Osteoatrithis lutut terutama dalam perkembangan penyakit ke derajat yang lebih tinggi. Peningkatan berat badan menyebabkan peningkatan beban yang disokong sendi. Dalam keadaan normal, gaya berat badan akan melalui medial sendi lutut dan diimbangi otot paha bagian lateral, sehingga resultan jatuh pada bagian sentral sendi lutut. Pada keadaan obesitas resultan gaya bergeser ke medial. Beban yang diterima sendi lutut menjadi tidak seimbang, sehingga lutut menjadi varus (menjauhi sumbu tubuh).

Genetik
Adanya mutasi dalam gen prokolagen II dan gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan sendi seperti kolagen tipe IX dan XII, protein pengikat atau proteoglikan diduga berperan dalam terjadinya Osteoatrithis lutut.
Cedera Sendi, Pekerjaan, dan Olahraga
Pekerjaan berat dengan pemakaian satu sendi secara terus menerus, seperti tukang pahat dan pemetik kapas, meningkatkan resiko terjadinya Osteoatrithis Cedera seperti robekan meniskus dan ketidakstabilan ligamen menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi, sehingga beresiko terjadi Osteoatrithis.
Kesegarisan tungkai
Sudut antara femur dan tibia yang lebuh dari 180° dapat berakibat beban tumpuan yang disangga oleh sendi lutut menjadi tidak merata dan terlokalisir di salah satu sisi saja, dimana pada sisi yang beban tumpuannya lebih besar akan beresiko lebih besar terjadi kerusakan.
Faktor hormonal dan penyakit metabolic
Perubahan degeneratif pada sendi lutut bisa terjadi akibat perubahan hormonal yang terjadi pada wanita yang sudah menopause. Selain itu, seseorang yang memiliki diabetes mellitus juga bisa terkena Osteoarthritis lutut ini.
Arthritis yang berlangsung lama
Arthritis (peradangan sendi) yang sudah berlangsung lama dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pula Osteoarthritis lutut.


Tanda dan Gejala Osteoatrithis
Penderita osteoarthritis apabila sudah manifes akan memberikan tanda maupun gejala sebagai berikut :
Nyeri sendi
Gejala klinik yang paling menonjol adalah nyeri. Nyeri pada osteoartritis sendi lutut, biasanya mempunyai irama diurnal; nyeri akan menghebat pada waktu bangun tidur dan sore hari. Selain itu, nyeri juga dapat timbul bila banyak berjalan, naik dan turun tangga atau bergerak tiba-tiba. Nyeri yang belum lanjut biasanya akan hilang dengan istirahat, tetapi pada keadaan lanjut, nyeri akan menetap walaupun penderita sudah istirahat.
Ada tiga tempat yang dapat menjadi sumber nyeri, yaitu :
sinovium, jaringan lunak sendi dan tulang. Nyeri sinovium dapat terjadi akibat reaksi radang yang timbul akibat adanya debris dan kristal dalam cairan sendi. Selain itu juga dapat terjadi akibat kontak dengan rawan sendi pada waktu sendi bergerak.
Kerusakan pada jaringan lunak sendi dapat menimbulkan nyeri, misalnya robekan ligamen dan kapsul sendi.
Peradangan pada bursa atau kerusakan meniskus. Nyeri yang berasal dari tulang biasanya akibat rangsangan pada periosteum karena periosteum kaya akan serabut-serabut penerima nyeri.
Kaku Sendi
Kaku Sendi merupakan gejala yang sering ditemukan, tetapi biasanya tidak lebih dari 30 menit. Kaku sendi biasanya muncul pada pagi hari atau setelah dalam keadaan inaktif.
Krepitus
Krepitus merupakan gesekan kedua permukaan tulang sendi pada saat sendi digerakkan atau secara pasif dimanipulasi. Krepitus dapat ditemukan tanpa disertai rasa nyeri, tapi biasanya berhubungan dengan nyeri yang tumpul.
Keterbatasan lingkup gerak sendi.
Biasanya keterbatasan gerak mula - mula terlihat pada gerak fleksi kemudian dalam keadaan lanjut terjadi keterbatasan kearah ekstensi
Keterbatasan gerak ini disebabkan oleh timbulnya osteofit dan penebalan kapsuler, muscle spasme serta nyeri yang membuat pasien tidak mau melakukan gerakan secara maksimal sampai batas normal, sehingga dalam waktu tertentu mengakibatkan keterbatasan lingkup gerak sendi pada lutut. Keterbatasan gerak biasannya bersifat pola kapsuler akibat kontraktur kapsul sendi. Keterbatasan pola kapsuler yang terjadi yaitu gerak fleksi lebih terbatas dari gerak ekstensi. Keterbatasan ini akibat dari :
Perubahan permukaan sendi.
Spasme dan kontraktur otot.
Kontraktur kapsul kapsul sendi.
Hambatan mekaniik oleh osteofit atau jaringan yang terlepas.
Deformitas
Deformitas yang dapat terjadi pada OA yang paling berat akan menyababkan distruksi kartilago, tulang dan jaringan lunak sekitar sendi. Terjadi deformitas varus bila terjadi kerusakan pada kopartemen medial dan kendornya ligamentum
Gangguan fungsional
Penderita sering mengalami kesulitan dalam melakukan fungsional dasar, seperti : bangkit dari posisi duduk ke berdiri, saat jongkok, berlutut, berjalan, naik turun tangga dan aktifitas yang lain yang sifatnya membebani sendi lutut.



Pada foto rontgen
Pada foto rontgen tampak adanya penyempitan ruang sendi dan pembentukan osteofit.





Gambaran Klinis atau tanda Osteoatrhitis menurut Altman (1991)
Nyeri sendi beberapa hari sampai beberapa bulan
Pada gambaran radiologis, terdapat osteofit pada tepi sendi
Cairan sendinya terdapat 2 atau 3 tanda, diantaranya; jernih, viscous atau kental, sel darah putih kurang dari 2000 mm3
Kaku sendi di pagi hari kurang dari atau sama dengan 30 menit.
Krepitasi (terdengar suara “klik”) pada saat sendi lutut digerakkan
Gambaran atau tanda Osteoarthritis menurut derajat kerusakanya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa grade :
0 ( tidak ada gambaran OA
1 ( meragukan, dengan gambaran sendi normal, terdapat osteofit             minim
2 (OA minimal dengan osteofit pada 2 tempat, tidak terdapat          sklerosis dan kista subkondral, celah sendi baik.
3 ( OA moderat, osteofit moderat, deformitas ujung tulang, dan                          terdapat penyempitan celah sendi
4 ( OA berat, osteofit besar

Kriteria Diagnosis dan Indeks Osteoartritis Sendi Lutut
Bila pada seorang penderita hanya ditemukan nyeri lutut, maka untuk diagnosis osteoatrithis sendi lutut harus ditambah 3 kriteria dan 6 kriteria berikut yaitu :
Umur lebih dari 50 tahun.
Kaku sendi kurang dari 30 menit.
Nyeri tekan pada tulang.
Pembesaran tulang dan pada perabaan sendi lutut tidak panas.
Kriteria ini memiliki sensitifitas 95% dan spesifisitas 69%.
Bila selain nyeri lutut juga didapatkan gambaran osteofit pada foto sendi lutut, maka untuk diagnosis osteoatrithis sendi lutut dibutuhkan 1 kriteria tambahan dan 3 kriteria berikut, yaitu
Umur lebih dari 50 tahun.
Kaku sendi kurang dari 30 menit.
Krepitus.
Kriteria ini mempunyai sensitifitas 91% dan spesifisitas 86%. Selain itu dikembangkan pula index penilaian osteoatrithis. Maka bila indexnya ≥ 14, maka derajat osteoatrithisnya ekstrim berat; 11–13, sangat berat; 8–10, berat; 5–7, sedang dan 1–4, ringan.








No.Gejala atau TandaSkorINyeri selama dalam tidurTidak ada
Hanya bila bergerak atau pada posisi tertentu
Tanpa bergerak0
1
2Kaku sendi pada  pagi hari atau setelah bangkit dari berbaring0≤ 1 menit
1 – 15 menit
≥ 15 menit1
0 atau 1
Selama BerjalanTidak ada
Setelah berjalan beberapa langkah
Segera setelah berjalan dan semakin sakit0
1
2Ketika berdiri dari posisi duduk tanpa bantuan lengan0 atau 1IIJarak maksimum yang dapat ditempuh dengan berjalan atau rasa nyeri
Tidak terbatas
>1 Km tapi terbatas
Sampai denga 1 Km kira-kira 15 menit
500 – 900 M kira-kira 8 – 15 menit
300 – 500 M
100 – 300 M
< 100 M
Dengan 1 tongkat atau penyangga
Dengan 2 tongkat atau penyangga

0
1
2
3
4
5
6
1
2IIIAktifitas Sehari – hariApakah anda dapat menaiki tangga yang tegak ?
Apakah anda dapat menuruni tangga yang tegak ?
Apakah anda dapat jongkok ?
Apakah anda bias berjalan di jalan yang tidak rata0 atau 2
0 atau 2
0 atau 2
atau 2Teknik Radiografi Genu (Knee Joint)
Pada pemeriksaan Genu ada dua proyeksi rutin yaitu :
Proyeksi Anterior Posterior (AP)
Posisi Pasien
Pasien supine, jika memungkinkan pasien bisa duduk diatas meja pemeriksaan atau erect (berdiri) di depan chest stand
Pastikan tidak ada rotasi atau pergerakan pada panggul pasien.
Posisi Objek
Knee joint (genu) yang akan diperiksa diatur AP
Tempatkan knee joint di tengah-tengah kaset
Central Point
Pada pertengahan patella
Central Right
Vertikal tegak lurus terhadap bidang film
Focus Film Distance
90-100 CM
Gambaran Radiografi








                  (Gambar 2.4) Gambaran Radiografi genu proyeksi AP
Proyeksi Lateral
Posisi Pasien
Tidur miring pada meja pemeriksaan atau berdiri miring di depan chest stand.
Posisi Objek
Lutut yang diperiksa diletakkan di atas kaset dalam posisi mediolateral.
Lutut yang tidak diperiksa disilangkan ke depan atau ke belakang lutut yang diperiksa.
Lutut difleksikan sekitar 20°-30° untuk memaksimalkan rongga persendian lutut.
Tempaktan patella di tengah-tengah kaset.
Central Point
Pada condylus medialis
Central Right
Vertikal tegak lurus terhadap bidang film
Focus Film Distance

Gambaran Radiografi






                  (Gambar 2.5) Gambaran Radiografi genu proyeksi Lateral
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil
Identitas Pasien
Nama : Ny. A
Umur : 41 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan 
No. RM : 6989
Klinis : Suspect OA Knee
Jenis Pemeriksaan : Genu Sinistra AP/Lateral
Tanggal : 4 Desember 2013

Riwayat Pasien
Seorang perempuan yang berumur 41 tahun dengan berat badan 70 Kg datang ke dokter dengan keluhan nyeri pada sendi lutut setiap kali ingin beraktifitas terutama pada saat berjalan menaiki tangga. Rasa nyeri ini sudah satu minggu dia rasakan
Untuk memastikan apakah ibu ini menderita penyakit OA akhirnya dokter memberi rujukan kepada pasien untuk segera melakukan pemeriksaan radiodiagnostik pada instalasi radiologi

Prosedur Pemeriksaan Genu pada kasus OA
Prosedur pemeriksaan Genu pada kasus OA (Osteoatrithis) meliputi persiapan pasien, persiapan alat, prosedur pemeriksaan radiografi proteksi radiasi dan pengolahan film serta kesan dan hasil diagnose dokter spesialis radiologi.
Persiapan Pasien
Memberikan penjelasan kepada pasien agar melepaskan benda-benda yang dapat mengganggu hasil radiograf.
Persiapan Alat
Pesawat sinar X Kaset ukuran 24×30





(Gambar 3.1)       (Gambar 3.2)

Marker R atau L Meja Pemeriksaan


(Gambar 3.3)
(Gambar 3.4)

Faktor Eksposi Film ukuran 24×30





(Gambar 3.5) (Gambar 3.6)

Proyeksi Pemeriksaan
Proyeksi Anterior Posterior (AP)
Posisi Pasien
Pasien supine, atau erect (berdiri) di depan chest stand. Pastikan tidak ada rotasi atau pergerakan pada panggul pasien.
Posisi Objek
Knee joint (genu) yang akan diperiksa diatur AP
Tempatkan knee joint di tengah-tengah kaset



(Gambar 3.7 dan 3.8  posisi pasien proyeksi AP )
Central Point
Pada pertengahan patella
Central Right
Vertikal tegak lurus terhadap bidang film
Focus Film Distance
90-100 CM
Faktor Eksposi
Kv : 46 mAs : 5,0
KriteriaGambar 


(Gambar 3.9) genu proyeksi AP
Proyeksi Lateral
Posisi Pasien
Tidur miring pada meja pemeriksaan atau berdiri miring di depan chest stand.
Posisi Objek
Lutut yang diperiksa diletakkan di atas kaset dalam posisi mediolateral.
Tempaktan patella di tengah-tengah kaset.



(Gambar 3.10 dan 3.11  posisi pasien proyeksi Lateral )
Central Point
Pada condylus medialis
Central Right
Vertikal tegak lurus terhadap bidang film
Focus Film Distance
90 – 100 CM
Faktor Eksposi
Kv : 46 mAs : 5.0
Kriteria Gambar

(Gambar  3.12) genu lateral 

Proteksi Radiasi
Membatasi luas lapangan penyinaran (kolimasi), menggunakan faktor eksposi yang tepat dan memposisikan pasien dengan tepat agar tidak terjadi pengulangan foto, serta menggunakan apron.
Pengolahan Film
Pengolahan Film pada RS. TK. II Pelamonia yaitu pengolahan secara automatic processing (proses film secara otomatis). Pengolahan film secara otomatis pada dasarnya sama dengan pengolahan film manual, namun pada pengolahan film secara otomatis tidak ada tahapan rinsing, karna sudah digantikan oleh roller. Tahapan yang ada pada automatic processing yaitu :
Developing     Fixing             Washing             Drying

Hasil Expertise Dokter Radiologi
(dr. Pangeran Indal Patra Abbas Sp.Rad M.Kes)
Subcondral Sklerotic
Penyempitan celah sendi
Osteoatrithis pada condylus
   Femur, Tibia dan Os Patella






Kesan :
Osteoatrithis (OA) Genu Sinistra
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan genu untuk kasus Osteoatrithis di RS. TK. II Pelamonia yaitu proyeksi Antero Posterior (AP) dan lateral.
Osteoartitis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif, dimana keseluruhan struktur dari sendi mengalami perubahan patologis. Ditandai dengan kerusakan tulang rawan (kartilago) hyalin sendi, meningkatnya ketebalan serta sklerosis dari lempeng tulang, pertumbuhan osteofit pada tepian sendi dan meregangnya kapsula sendi, timbulnya peradangan,serta melemahnya otot–otot yang menghubungkan sendi.

Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca,agar mencari keterangan-keterangan yang lebih mendetail tentang materi-materi yang dipaparkan di atas demi kesamaan persepsi dan interprestasi dalam berbagai masalah yang ditulis oleh penulis.
Penyusunan laporan ini diharapkan dapat dijadikan motivasi bagi para pembaca ,khususnya bagi penulis untuk lebih giat dalam mempelajari dan memahami ilmu pengetahuan dibidang radiologi.



DAFTAR PUSTAKA

Third edition Radiologi:Medical Mini Note Production, FKG Unhas;2013
http://masyarakatpiolayanan.wordpress.com/2012/08/osteoatrithis-nyeri-sendi.html
http://ayoncrayon5.blogspot.com/2012/11/osteoarthritis.html
http://rohman-nugroho.blogspot.com/2012/09/bab-i-pendahuluan-a.html
http://cafe-radiologi.blogspot.com/2010/09/proyeksi-ap-dan-lateral-pada-lutut.html
http://ajunkdoank.wordpress.com/2008/12/25/definisi-dan-patologi-oa.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/oa
http://himapspdfkunlam.blogspot.com/2011/12/oa.html







DOKUMENTASI









































Selasa, 22 April 2014

Selasa

Berusaha membantu sebisa saya pada semua orang tapi entah mengapa pada teman yang satu ini susah padahal dia termasuk anak yatim ya Allah jujur saya sangat membantu dengan tulus tapi kenapa ya Allah setiap saya berusaha membantu dia ada saja yang dia lakukan sehingga terkadang membuat jengkel

Maafkan saya ya Allah saya tidak bermaksud membeda bedakan orang. terkadang saya sedih saat tidak bisa membantunya.

Sudah sekian kali dia meminta bantuan tapi selalu saja saya tidak bisa membantunya bahkan dia pernah mengatakan kalau saya ini orangnya egoislah apalah pengen lulus sendiri saya ini orang jahatlah bukan teman yang baik ,setiap dia mengejek menyindir saya bahkan apalah itu jujur saya tidak suka tidak enak bangat gitu mungkin ini salah satu penyebabnya yang membuat saya susah membantu dia. Satu hal kata yang paling tidak saya ingin dengar dari mulunya yaitu SETAN. Tuhan semoga itu tidak terjadi in.

Setiap setelah dia meminta bantuan dan saya hanya bisa mendengarnya tanpa berbuat apa" ada rasa jengkel bahkan tidak enak pada diri saya sendiri. Rasanya kasihan banget gitu sama dia

Tapi diluar itu semua kita sering bercanda bersama ko, mengejek orang bareng saya juga heran hhhaa kita bersama disaat bercanda tapi disaat dalam hal belajar saya sulit membantu dia. Dalam hati saya ingin melihat dia mandiri bisa menghargai orang, jangan baik sama orang disaat butuh saja. Memang sih saya juga terkadang masih memiliki sifat seperti itu tapi saya inginnya dia lebih baik dari saya.



Sabtu, 12 April 2014

22 : 13

Disaat semua sibuk dengan urusan masing entah itu tugas kuliah mereka disaat itu juga saya belajar untuk mandiri berusaha tidak merepotkan mereka.

Begitu banyak cerita yang ingin saya bagikan kepada mereka entah itu xerita senang sedih yang saya alami tapi semuanya hanyalah sebuah keinginan yang terpendam. Sekarang rasanya beda banget dengan dulu dimna kita masih bisa berbagi bersama dengan bebas tanpa ada beban kita akan saling mengganggu. Disetiap ada masalah semuanya terasa ringan karna kita saling berbagi dan mencari solusi dari masalah tersebut, tapi seiring berjalannya waktu perlahan semuanya berubah keadaan tak seperti dulu lagi , keadaan mengajarkanku kemandirian dalam menghadapi semua hal.
Berusaha diam menahan diri untuk tidak lagi berbagi dengan mereka cukuplah Allah yang tau apa yang saya rasakan.

Sesak menahan tangis agar tak jatuh didepan orang" terutama orangtua yang saya tampakkan dihadapan meteka adalah senyum meski saya tau mereka mengetahui apa yang rasakan tapi saya tetap tak ingin membebani nereka karna mereka juga terutama mama tak pernah menjatuhkan air matanya didepan anak anaknya dari situlah saya belajar untuk selalu tegar tidak boleh cengeng meski sebenarnya dada ini sesak banget harys menaha jeritan yang membelenggu.

Bahkan saat merasakan kejadian yang belum pernah rasakan sebelumnya dalam hidup saya dimana pada hari senin 7 April 2014 saya memuntahkan semua makanan yang ada dalam perut, muntah bagiku sudah menjadi hal biasa hampir setiap pagi, saat saya kedinginan, saat terlalu banyak tertawa saya akan muntah tapi muntahnya cuman air atau cairan bening tapi malam itu beda banget bahkan lambung rasanya pahiiitt bangat tubuh lemah bahkan saya sempat berfikir Tuhan akan memanggilku tapi saya terus berdoa kepada Allah agar tak melakukanNya karna saya masih ingin menghirup udara segar, masih ingin menikmati hidup dengan orang" yang saya sayangi dan menyayangiku dan saya belum punya cukup bekal yang akan saya bawa.

Kejadian kejadian yang menyakitkan dan menakutkan dalam hidup saya hadapi semua sendiri saya selalu yakin semuanya baik saja karna Allah selalu bersamaku tidak pernah meninggalkanku. Itu membuat saya kuat. Orang sekitar selalu mengatakan saya adalah orang yang tidak memiliki beban karna saya selalu tersenyum di depan mereka bahkan sesakit apapun saya berusaha menyembunyika kesakitan dan air mata.



Minggu, 06 April 2014

Renungan

BACA!!! JANGAN Di DELET
UJE : Aku sering bertanya hal ini ketika berada di masjid. Dan ingin anda memikirkannya juga lalu mengkoreksi yang salah.
Mengapa kita merasa ngantuk ketika berdoa?
Tapi tetap terjaga bila nonton film hantu ?
Mengapa kita sedemikian bosan ketika melihat kitab suci?
Tapi gampang sekali membaca buku tentang percintaan? Mengapa sedemikian gampang mengabaikan pesan اَللّهُ Tapi kita mudah mengirim ulang hal yg menjijikkan ?
Mengapa pendoa semakin sedikit, Tapi bar dan club semakin menjamur ?
Mengapa mudah memuja selebritis Tapi sangat susah mengAgungkan nabi2 ϑαη rosul nya?
Pikirkan tentang hal ini, apakah anda akan mengirim ulang pesan ini?
Atau apakah anda akan mengabaikannya karena takut ditertawakan???
Kirim ulang pesan ini ke seluruh teman 80% tak akan mengirim ulang.اَللّهُ SWT berkata:  Jika anda menolakKu didepan teman2mu, aku akan menolakmu di hari penghakiman
Bila satu pintu ditutup, اَللّهُ membuka dua pintu buat anda: jika اَللّهُ sudah membuka pintu" buat anda,
Kirim pesan ini kesetiap orang termasuk saya... اَللّهُ tak punya BLACKBERRY tapi Dia adalah kontak favoritku
Dia tidak ada facebook tapi Dia adalah teman terbaikku
Dia tidak ada TWITTER tapi aku mengikuti Dia
Dan bahkan tanpa INTERNET aku selalu tersambung kepadaNya
Dia tak punya INTERNET tapi dia selalu Online..



Rabu, 02 April 2014

9 APRIL 2014

Selamat datang dibulan yang paling unik. Tahukah engkau disudut sana, telah berdiri rumah-rumah sakit jiwa pribadi untuk menyiapkan dirinya menjadi gila. Didalam sana ada seorang pemuda dan bagian dr beberapa deretan nama-nama yg mengatas namakan dirinya rakyat, padahal kemarin ia sibuk mengonarkan bau-bau kemenyan yg berpeluh dusta. Di sana sini kulihat spanduk-spanduk kebenaran menebarkan janji-janji pembebasan, panggung-panggung kemakmuran, dan dikte-dikte kebohongan. Hari ini uang-uang seperti roda cinta yg begitu mudah menyelinap disaku masyarakat lalu berbisik "aku ada dibalik segala maksud, grativikasi" Mobil-mobil kampanye bahkan tak bisa kuhitung satu per satu yg lalu lalang dirumah yg satu kerumah yang lain. Mereka suka beronani dengan pesta kata-kata, janji-janji bising didalam lapangan sepak bola dan kemacetan lalu lintas kota. Lalu aku bersemedi dipuncak tertinggi jiwa, kusaksikan bunga hyena menari didalam batinku menyusun pola-pola strategi kemanusiaan, dan sekuntum kecupan datang dalam naluriku. Aku menyaksikan wajah indonesia hari ini dengan penuh ambisi mengalahkan negara-negara lain dengan segala kebingungan, aku lihat pemimpinku berdialektika partai sementara roda kekuasaan menjadi macet dilorong kehidupan berbangsa dan bernegara. Aku sungguh kebingungan. Dokter sudah mau jadi pemimpin. Perawat sudah mau jadi pemimpin. Petani sudah mau jadi pemimpin Nelayan sudah mau jadi pemimpin Peternak sudah mau jadi pemimpin. Guru sudah mau jadi pemimpin. Pelacur sudah mau jadi pemimpin Artis sudah mau jadi pemimpin yg lain-lain sudah mau jadi pemimpin. Apakah pemimpin ini harus bagaimana? Lalu siapakah yang akan mengurusi bangsa? Lalu siapakah yang akan beternak, bertani, mengajar, menjaga pasien, dan berdiri didepan gedung-gedung prostitusi? Selamat datang hari rabu, 9 april. Semoga kita akan menjadi satu wajah jenaka yg akan menertawakan org-org gila yg baru. Mks, 2-april-2014 ( Sudhas Rishal Sawil)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read