body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Kamis, 22 Maret 2012

CIDAHA


Harus mulai dari mana? Yah, pertanyaan ini tiba-tiba saja muncul dikepalaku. Bagaimana caranya mengungkapkan rasa kekagumanku padanya. Hanya bisa memandangnya dari jauh, yaaaaah,, mungkin jantungku berdebar-debar jika aku tiba-tiba saja berpapasan dengannya. Mungkin semua orang seperti itu jika sedang jatuh cinta,, hehehe,,

Awal mula aku mengenalnya semenjak aku pertama kali masuk bimbel di RPC . Saat melihat dirinya Jantungku seperti berdegup dengan kencangnya tapi  aku  berusaha untuk tenang dan tak terlihat canggung. Aku harus bisa menjaga perasaan ini, karena aku tidak mau semua teman bimbel ku mengetahuinya. Haaaah,, bisa jadi bulan-bulanan aku dengan mereka.. 
ckckckkck…
Rasanya seperti lilin yang meleleh (huaaaaa, gedubruuuk!!!!)
Cara jalannya, penampilannya, wajahnya, mungkin menurut orang lain biasa saja. Tapi menurutku, dia istimewa. Karena aku pun menganggapnya biasa saja. Tapi hatiku berkata lain,,, sebenarnya aku ingin bilang,, kalau aku menyukainya apa adanya. Whaha Lebay deghh
J.
Setelah tiba di rumah aku langsung menelpon temanku dan mengungkapkan semua yang aku rasakan (curhat). 
“Ada deh pokoknya… “ jawabku setelah diberondong dengan berbagai pertanyaan investigasi     dari Aidil.

 “Satu aja deh Sarah  clue nya, mmmmmh,,, dia naik motor atau bawa mobil? Dari SMA apa? Huruf depannyaaaaaa aja,,, mmmmhhh,,, pakai sepatu atau lebih sering pakai sandal? Ayolah Sarah,, kasih tahu namanya, jadi aku bisa cari tahu, dia sudah punya pacar  atau belum, nanti kan buat kamu juga,, hehehe” ujar Aidil sambil tertawa.

Haaaaaah…. Maaf Aidil ,,, ingin rasanya memberitahumu. Tapi aku pun terlalu takut dengan kenyataan….

Kenyataannya, aku pun belum pernah bertegur sapa dengannya. Atau mungkin dia sudah memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Yaaaah,,, sekali lagi aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Dengan melihat wajahnya saja, sudah membuat hatiku teduh. Sudah lama aku tidak merasakan hal ini. Yang ada hanya seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Hanya berlalu begitu saja.
Satu hal yang pasti, aku tidak merasa sedih dengan perasaanku yang tidak jelas ini. Dibilang kasihan juga bisa, tapi tidak terlalu kasihan juga. Yaaah.. sedang-sedang saja. Karena, perasaan ini membahagiakanku. Dia sudah membuat hidupku lebih bersemangat. Dia yang sudah membuatku tersenyum sendiri (semoga aja ngga gila , xixixi). Ahmad telah membuat hidupku lebih terasa berwarna sekarang. Yaa namanya Ahmad.
       Namun, itu semua tak berlangsung lama Seiring dengan pergantian waktu, hari, bahkan bulan tiba-tiba Ahmad tak pernah lagi masuk bimbel entah apa yang terjadi padanya.
  
      
       Sore itu cuaca tak seperti biasanya. Membuatku malas untuk pergi bimbel, tapi mama memaksaku untuk pergi jadi yaghh akhirnya aku pun pergi. Sesampainya di tempat bimbel aku tak sengaja mendengar percakapan antara Mail dengan Arna.
       “ Ehh semalam Ahmad ngabarin aku lohh” kata Arna pada Mail.
       “ truss Ahmad bilang apa“???
       “ Katanya Ahmad “ dia tuhh rindu sama kamu pengen main futsal bareng lagi sama     kamu”
       “ sampaikan pada Ahmad yaghh kalau aku juga rindu sama dia”
       “ oky dehhh” ehh kalau ngga salah dengar Ahmad tughh ngga akan kembali lagi ke Makassar, dia akan tetap di Bandung” …
       “ wahh ko’ gitu ???
       “ ngga tau juga, ntar deghh aku Tanya Ahmad “ kata Arna sambil berlari masuk ke kelas.











Sejak saat itu aku mengetahui bahwa Ahmad pindah ke Bandung. Suatu ketika aku duduk di taman dengan merenung berharap setelah aku  menoleh ke belakang ada Ahmad sedang berdiri di belakang.

“Sarah...Sarah..” panggilan itu sangat keras sekali perasaan aku  tidak karuan senangnya tetapi setelah menoleh kebelakang ternyat Aidil sahabatku. Saya kira Ahmad. Hhaha ngarephh

 “kamu ngapain disini ?” tanya Aidil.

 Aku  hanya diam terpaku begitu saja. Meskipun aku  tidak menjawabnya Aidil  pun tahu kalu aku sedang memikirkin Ahmad.
 Dengan penuh rasa sayang Aidil  mendekati ku, “sudahlah Sarah , Ahmad  itu bukan siapa-siapa kamu,dia disana pasti sudah punya teman-teman baru lagi”.
Dengan raut wajah yang sedih aku  membenarkan perkataan Aidil . Walaupun sangat sulit untuk melupakan Ahmad , aku  akan berusaha demi hidup ku  yang harus berjalan terus menerus. Semuanya telah aku lakukan sangat baik, aku  benar-benar sudah melupakan  Ahmad.  

Disaat aku  sudah melupakannya Ahmad pulang ke Makassar  memang benar semua yang di katakan Aidil dia sudah punya teman baru dan kekasih yang dia sangat cintai. Saya  mengira kepulangan Ahmad itu bersama dengan perempuan dari Bandung, ternyata dugaanku semua itu tidak benar.
Ahmad pergi bersama Arna teman bimbel ku. Hati ini rasanya sakit banget mengetahui hal itu.  Sudahlah, mungkin ini semua memang takdir dan sudah jalan dari yang Kuasa.

Aku  akan selalu mengenang kisah ini  dan menyim perasaan ini sendiri.
Aku pernah kutip satu puisi indah yang menyentuh jiwa.

 Dimana, cinta itu tidak harus  selalu memiliki
 Cinta yang tulus akan selalu bahagia walaupun tersakiti.
Akan selalu mendoakan yang terbaik untuk orang yang terkasih.

Yaaah… dari  Aidil  aku petik satu kalimat cantik… apa yaaah,, aku juga lupa,, heee,, intinya,, Ikhlas.

Aku mengenalmu lewat jiwa
Bukan lewat mata
Aku menjadikanmu kekasih lewat hati
Ku tak tahu…
Seperti apa aku dalam pandanganmu
Selayak apa aku dalam kehidupanmu
Tapi yang aku tahu
Meski dengan keterbatasanku
Berbalut kekuranganku
Aku menulis namamu dihatiku
Sejak awal kita bertemu






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read