body {background:$bgcolor;background-image:url(http://i46.photobucket.com/albums/f143/tamita2000/blog2-5.jpg);background-position: center; background-repeat:no-repeat; background-attachment: fixed;margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center;
World of RADIOLOGI
Arna

Followers

Minggu, 23 Juli 2017

1 PRODUK KAYA MANFAAT

Satu Produk untuk Puluhan Manfaat!

Terbuat dari 100% bahan organik dari alam, TLF terbukti memiliki banyak kandungan manfaat yg telah teruji klinis membantu banyak orang dari segala usia untuk mendapatkan kulit sehat dan indah scr alami.

Berasal dari bahan-bahan organik, TLF sangat aman dan tdk memiliki efek samping. Bahkan aman apabila tertelan atau disemprot ke mata.

TLF terbuat dari..
• Panax Ginseng
Bermanfaat untuk regenerasi sel dan mempercepat proses penyembuhan

• Daun Zaitun
Berfungsi sbg anti bakteri, anti jamur, dan anti infeksi, anti inflamasi

• Buah Tin
Membantu melawan sel-sel kanker, antibiotik alami serta mempercepat penyembukan luka atau infeksi.

• Daun Sirih
Berkhasiat membunuh bakteri jahat dan menetralisir bau tdk sedap. Selain itu jg ekstrak daun sirih jg berfungsi sbg antiseptik alam dan dpt menyembuhkan keputihan.

TLF juga berkhasiat untuk..
• Membantu membersihkan wajah dan jerawat.
• Membantu penyembuhan luka.
• Membantu mengatasi problema kulit.
• Efektif digunakan sbg nutrisi rambut, atau hair tonic.
• Mencegah bakteri/jamur yg merugikan, seperti digunakan untuk pengganti pasta gigi atau obat kumur.
• Dan juga membantu mengurangi keringat berlebih.
Jadi tunggu apalagi? Dgn satu botol TLF Beauty Water Anda dapat merasakan beragam manfaat.

Open reseller yah guys
Untuk order silahkan kontak yang ada di bio yah atau dibawah ini

BBM 5F9B7951 
Telpon/SMS : 085399315998
WA : 085399315998
Line : tf_miracle
Ig : tf_miracle




Jumat, 07 Juli 2017

TLF MIRACLE WATER

Satu Produk untuk Puluhan Manfaat!

Terbuat dari 100% bahan organik dari alam, TLF terbukti memiliki banyak kandungan manfaat yg telah teruji klinis membantu banyak orang dari segala usia untuk mendapatkan kulit sehat dan indah scr alami.

Berasal dari bahan-bahan organik, TLF sangat aman dan tdk memiliki efek samping. Bahkan aman apabila tertelan atau disemprot ke mata.

TLF terbuat dari..
• Panax Ginseng
Bermanfaat untuk regenerasi sel dan mempercepat proses penyembuhan • Daun Zaitun
Berfungsi sbg anti bakteri, anti jamur, dan anti infeksi, anti inflamasi • Buah Tin
Membantu melawan sel-sel kanker, antibiotik alami serta mempercepat penyembukan luka atau infeksi. • Daun Sirih
Berkhasiat membunuh bakteri jahat dan menetralisir bau tdk sedap. Selain itu jg ekstrak daun sirih jg berfungsi sbg antiseptik alam dan dpt menyembuhkan keputihan.

TLF juga berkhasiat untuk..
• Membantu membersihkan wajah dan jerawat.
• Membantu penyembuhan luka.
• Membantu mengatasi problema kulit.
• Efektif digunakan sbg nutrisi rambut, atau hair tonic.
• Mencegah bakteri/jamur yg merugikan, seperti digunakan untuk pengganti pasta gigi atau obat kumur.
• Dan juga membantu mengurangi keringat berlebih.
Jadi tunggu apalagi? Dgn satu botol TLF Beauty Water Anda dapat merasakan beragam manfaat.
Open reseller yah guys
Untuk order silahkan kontak yang ada di bio yah atau dibawah ini
BBM 5F9B7951 
Telpon/SMS : 085399315998
WA : 085399315998
Line : tf_miracle
Ig : tf_miracle




Senin, 02 Mei 2016

Dream

Kata orang tidur setelah shalat itu tidak baik karna akan membuat juta menjadi manusia yang pelupa dan apabila kita bermimpi itu hanyalah setan yang menyerupai wajah orang orang yang kita kenal dan hadir dalam mimpi kita

Berbicara soal mimpi setelah shalat subuh sih saya antara percaya dan nggak percaya karna mimpi tadi terasa begitu nyata dan terbersit sedikit dalam hati semoga itu menjadi nyata hhaaa duhb ngarep dah :) cobak pikir siapa sih yang ndak ngarep jika dimimpimu itu hadir seseorang yang pernah kamu harapkan untuk menjadi seseorang yang spesial dalam hidupmu dia hadir memakaiakan jilbab dan mengajak untuk menjadi orang yang lebih baik duhhh belum lagi dia melamarmu didepan orangtua aduhai betapa terharunya diriku hhaa tapi sayang itu hanya mimpi

Semoga kelak Allah mempertemukanku dengan orang yang lebih baik dari dia jika Allah tidak menakdirkanku dengannya :) amin
Love you untuk kamu yang akan menjadi imamku kelak



Future

Wanita mana yang tidak bahagia jika Allah menakdirkanmu untuk menjadi nahkoda dalam mengarungi kwhisupan untuk bersama sama menuju JannahNya.
Diam diam dalam tiap tiap sujudku kuselipkan namamu berharap Allah akan mengabulkannya untuk menjadi imamku, menjadi imam bagi anak anakku kelak. Namamu kupilih karna sikapmu yang begitu lembut terhadap wanita, engkau yang tak pernah marah dan yang penilaian yang paling penting engkau yang selalu shalat tepat waktu dan bergegas menuju rumahNya disaat sahutan adzan berkumandang, tak kenal tempat dimanapun engkau berada.
semoga penilaianku selama ini terhadapku tidak salah ataupun dirimu tak akan berubah jikapun harus berubah semoga perubahanmu ke arah yang lebih baik amin.

Meskipun saat ini ada satu nama yang selalu engkau harapkan dalam mendampingimu ku tak perduli karna takdirNya tidak ada yang tau kan ?. Tapi terkadang saya iri kepadanya karna harapanmu yang begitu besar untuk mendampingimu sedangkan diriku yang jauh dari anganmu bahkan disaat saya mencoba untuk berandai andai denganmu engkau hanya tertawa dan selalu menolak OMG sakitnya tuh disini hhhahaaa :'(



Kamis, 20 November 2014

Pengaruh Budaya terhadap Kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membawa perubahan terhadap kehidupan manusia baik perubahan dalam hal pola hidup maupun tatanan sosial termasuk dalam bidang kesehatan dan sering berhubungan langsung dengan norma dan budaya yang dianut oleh masyarakat yang tinggal atau menetap pada tempat tertentu.
Pengaruh sosial budaya dalam masyarakat sangat berperan penting dalam mencapai derajat kesehatan yang setinggi – tingginya, perkembangan sosial budaya ini merupakan tanda bahwa masyarakat tersebut telah mengalami perubahan dalam proses berfikir.
Hubungan antara budaya dan kesehatan sangat erat karna kebudayaan atau kultur dapat membentuk kebiasaan dan respon terhadap kesehatan dan penyakit dalam segala masyarakat tanpa memandang tingkatannya. Oleh karna itu saya sebagai salah satu bagian dari tenaga kesehatan harus mampu membuat masyarakat mengerti tentang proses terjadinya suatu penyakit dan bagaimana pula cara penanganannya.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan kesehatan dan Budaya ?
Bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap bidang kesehatan ?
Bagaimana perubahan budaya mempengaruhi kesehatan ?



Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kesehatan dan Budaya.
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap bidang kesehatan.
Untuk mengetahui Bagaimana perubahan budaya mempengaruhi kesehatan

Manfaat Penulisan
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai bagaimana pengaruh kebudayaan dan lingkungan terhadap bidang kesehatan
Sebagai bahan informasi dan referensi bagi mahasiswa Atro yang lain.














BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Kesehatan dan Budaya
Pengertian Kesehatan
Menurut UU No.23 1992
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Menurut WHO (World Health Organisation)
Kesehatan adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental dan sosial serta tidak cacat dan bebas dari penyakit.
Menurut Perkins (1938)
Sehat adalah keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia)
Kesehatan adalah sebagai ketahanan jasmani, ruhaniyah, dan sosial yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunanNya dan memelihara serta mengembangkannya.
Menurut White (1977)
Kesehatan adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan apapun ataupun tidak terdapat tanda – tanda suatu penyakit dan kelainan.
Menurut Neuman (1982)
Sehat adalah suatu keseimbangan biopsiko sosio culture dan spiritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten.

Pengertian Budaya
Menurut Croydon (1973 : 4)
Budaya adalah suatu system pola terpadu yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran namun semua yang mengatur perilaku manusia seperti senar dimanipulasi dari control boneka gerakannya.
Nostrand (1989 : 51)
Budaya merupakan sikap dan kepercayaan cara berfikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas.
Richard Brisling (1990 : 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita – cita bersama secara luas nilai pembentukan dan penggunaan kategori asumsi tentang kehidupan dan kegiatan goal directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai “banar” dan “benar” oleh orang – orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
Raymond Williams (1961 : 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan materi intelektual dan spiritual.
Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku baik secara individu maupun kelompok.
Dr. Moh. Hatta
Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Bidang Kesehatan
Kebudayaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan ilmu kesehatan diantarnya :
Pengaruh Tradisi
Pengaruh tradisi adalah pengaruh yang telah lama dilakukan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Ada beberapa tradisi di dalam masyarakat yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Misalnya Seorang ibu yang baru saja melahirkan mendapat pantangan untuk memakan telur, daging, dan sebagainya. Ibu tersebut hanya diperbolehkan memakan nasi dan garam serta kecap saja dengan alasan gatal – gatal dan alasan lain, hal ini sudah dilakukan turun temurun dan membudaya di lingkungan masyarakat tersebut. Seharusnya adalah ibu yang baru melahirkan memakan makanan bergizi agar mempercepat proses penyembuhan jaringan dalam tubuh ibu tersebut. Karna hal tersebut sudah merupakan kebiasaan pada msyarakat setempat sehingga ibu yang melahirkan melaksanakan anjuran tersebut.

Pengaruh Fatalistis
Pengaruh fatalistis adalah pengaruh yang mampu membuat seseorang  bersikap putus asa apabila menghadapi suatu masalah Sikap fatalistis ini juga mempengaruhi perilaku kesehatan. Contonya : beberapa anggota masyarakat dikalangan kelompok tertentu (fanatik) yang beraga islam percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan, dan sakit atau mati adalah takdir, sehingga masyarakat kurang berusaha untuk segera mencari pertolongan pengobatan bagi anaknya.

Sikap Etnosentris
Sikap etnosentris adalah sikap yang memandang kebudayaan sendiri yang paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan pihak lain. Masyarakat tentu memiliki budaya dan ilmu kesehatan juga memiliki budaya.
Misalnya : pada masyarakat tertentu seorang anak yang sedang luka dilarang memakan telur karna alasan telur dapat membuat luka tersebut infeksi gatal – gatal dan lama sembuh, itu adalah budaya yang salah dan tidak sesuai dengan budaya kesehatan yang mengharuskan anak tersebut memakan telur agar mempercepat penyembuhan jaringan.

Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Pengaruh perasaan bangga pada statusnya misalnya dalam upaya perbaikan gizi disuatu daerah pedesaan tertentu menolak untuk makan daun singkong, walaupun mereka tahu kandungan vitaminnya tinggi. Setelah diselidiki ternyata masyarakat beranggapan daun singkong hanya pantas untuk makanan kambing dan mereka menolaknya karna status mereka tidak dapat disamakan dengan kambing.

Pengaruh Norma
Contonya dalam hal upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi banyak mengalami hambatan karna ada norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan ibu hamil sebagai pengguna pelayanan.



Pengaruh Nilai
Nilai yang berlaku didalam masyarakat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. Contonya : masyarakat memandang lebih bergengsi beras putih daripada beras merah, padahal mereka mengetahui bahwa vitamin B1 lebih tinggi diberas daripada beras putih.

Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan
Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan berpengaruh terhadap kebiasaan pada seseorang ketika ia dewasa. Misalnya manusia biasa makan nasi sejak kecil akan sulit diubah kebiasaan makannya setelah dewasa.

Perubahan Budaya Mempengaruhi Kesehatan
Ada tiga alur tingkatan pengaruh budaya terhadap kesehatan. Pengaruh ini dari urutan atas ke bawah menunjukkan peningkatan kompleksitas dan pengaruhnya bersifat semakin tidak langsung pada kesehatan.
Pada alur paling atas terlihat bagaimana perubahan pada kondisi mendasar lingkungan fisik contonya : suhu ekstrim atau tingkat radiasi ultraviolet yang dapat mempengaruhi biologi manusia dan kesehatan secara langsung. Misalnya sejenis kanker kulit.
Alur dua tingkatan lain yaitu ditengah dan bawah mengilustrasikan proses – proses dengan kompleksitas lebih tinggi termasuk hubungan antara kondisi lingkungan fungsi – fungsi ekosistem dan kodisi sosial ekonomi.

Alur tengah dan bawah menunjukkan tidak mudahnya menemukan korelasi langsung antara perubahan lingkungan dan kondisi kesehatan. Akan tetapi dapat ditarik benang merah bahwa perubahan – perubahan lingkungan ini secara langsung atau tidak langsung bertanggung jawab atas faktor – faktor penyangga utama kesehatan dan kehidupan manusia, seperti :
Produksi bahan makanan
Air bersih
Kondisi iklim
Keamanan fisik
Kesejahteraan manusia dan jaminan keselamatan serta kualitas sosial
Para praktisi kesehatan dan lingkungan pun akan menemukan banyak domain permasalahan baru, menambah deretan permasalahan pemunculan toksi ekologi lokal, sirkulasi lokal penyebab infeksi sampai kepengaruh lingkungan dalam skala besar yang bekerja pada gangguan kondisi ekologi dan proses penyangga kehidupan ini. Jelaslah bahwa resiko terbesar dari dampak perubahan budaya atas kesehatan dialami mereka yang paling rentan lokasi geografisnya atau paling rentan tingkat sumber daya sosial dan ekonominya.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Menurut UU No.23 1992 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Menurut Dr. Moh. Hatta Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Pengaruh Kebudayaan Terhadap Bidang Kesehatan dipengaruhi oleh :
Pengaruh Tradisi dan Pengaruh Fatalistis
Sikap Etnosentris
Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Pengaruh nilai dan Pengaruh norma
Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan
Resiko terbesar dari dampak perubahan budaya atas kesehatan dialami mereka yang paling rentan lokasi geografisnya atau paling rentan tingkat sumber daya sosial dan ekonominya.

Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca,agar mencari keterangan-keterangan yang lebih mendetail tentang materi-materi yang dipaparkan di atas demi kesamaan persepsi dan interprestasi dalam berbagai masalah yang ditulis oleh penulis.
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat dijadikan motivasi bagi para pembaca ,khususnya bagi penulis untuk lebih giat dalam mempelajari dan memahami ilmu pengetahuan dibidang radiologi.

DAFTAR PUSTAKA

http://sitirohmie.blogspot.com/2013/04/makalah-pengaruh-sosial-budaya.html
http://kesehatankeluarga.net/pengaruh-taraf-budaya-terhadap-kesehatan-198.html
http://kesehatankeluarga.net/pengaruh-kemajuan-pengetahuan-terhadap-kesehatan-202.html
http://cowkerf11.blogspot.com/2014/01/contoh-makalah-konsep-dasar-kesehatan.html
http://www.bascommetro.com/2009/04/pengaruh-budaya-terhadap-kesehatan.html
http://kesehatankeluarga.net/bagaimana-pengaruh-lingkungan-terhadap-kesehatan-128.html



Efektifitas dan Efisiensi Pelayanan Radiologi

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat. Pemerintah kini terus menerus dan berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik yang bersifat promotif preventif, kuratif dan rehabilitasi. Peran tersebut semakin dituntut akibat adanya perubahan yang terjadi pada epidemiologik penyakit, perubahan struktur organisasi, perubahan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan pada sosial ekonomi masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk dapat memperoleh kepuasan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pada rumah sakit melalui pelayanan prima serta rumah sakit diharapkan mampu menghasilkan keunggulan kompetitif dengan pelayanan bermutu, efektif, efisien dan inovatif. sehingga tidak lagi terdengar adanya keluhan dari pihak pemakai layanan kesehatan yang biasanya menjadi sasaran ialah sikap dari tindakan dokter atau perawat, sikap petugas administrasi serta sarana dan prasarana yang kurang memadai, kelambatan pelayanan kesehatan serta kurangnya persediaan obat.
Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pelayanan kesehatan khususnya pada instalasi radiologi di rumah sakit H.Padjonga daeng ngalle Kabupaten Takalar.


Rumusan Masalah
Apakah defenisi dari efektifitas dan efisiensi ?
Bagaimanakah efektifitas dan efisiensi pelaksanaan radiologi pada rumah sakit secara umum ?
Bagaimanakah efektifitas dan efisiensi pelaksanaan radiologi pada rumah sakit H.Padjonga daeng ngalle Kabupaten Takalar.

Manfaat dan Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui defenisi dari efektifitas dan efisiensi
Untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi pelaksanaan radiologi secara umum
Untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi pelaksanaan radiologi pada rumah sakit H.Padjonga daeng ngalle Kabupaten Takalar.









BAB II
PEMBAHASAN

Defenisi Efektifitas dan Efisiensi
Pengertian efektifitas secara umum merupakan tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.
Pengertian efektifitas menurut beberapa ahli :
Hidayat (1986)
“Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi pula efektifitasnya”.
Schemerhon John R. Jr. (1986:35)
“Efektiitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran (OA) atau seharusnya dengan output realisasi atau sesungguhnya (OS). Jika (OA) lebih besar dari (OS) maka disebut efektif”.
Prasetyo Budi saksosno (1984)
“Efektifitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan output yang dicapai dengan output yang diharapkan dari sejumlah input”.
Pengertian efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat atau sedikit penggunaan sumber daya maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa efektifitas lebih mengarah pada hasil yang akan dicapai sedangkan efisiensi mengarah pada proses pencapaian hasil tersebut.
Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Radiologi pada Rumah Sakit
Standar Pelayanan Radiologi Diangnostik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.1014/Menkes/SK/XI/2008
Manajemen dan Administrasi
Struktur Organisasi
Dalam setiap instalasi pelayanan radiologi diagnostik ada struktur organisasi yang mengatur jalur komando dan jalur koordinasi dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan radiologi diagnostik. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam upaya manajemen pelayanan radiologi diagnostik.
Komponen yang ada dalam struktur organisasi adalah :
Kepala Instalasi atau Unit Radiologi Diagnostik
Kepala Pelayanan Radiologi Diagnostik
Staf Fungsional
Dalam melaksanakan tugasnya kepala instalasi dapat dibantu oleh coordinator yang jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan tanpa meninggalkan unsur efiensi dan efektifitas.
Tata Administrasi
Sistem administrasi pelayanan radiologi diagnostik meliputi :
Loket penerimaan pasien
Ruang Diagnostik
Pembacaan hasil roentgen
Penyimpanan hasil roentgen
Loket pengambilan hasil

Pelayanan Radiologi Diagnostik
Perizinan
Setiap sarana pelayanan kesehatan jika menyelenggarakan pelayanan radiologi diagnostik harus mempunyai izin pelayanan dari Departemen Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota sesuai peraturan yang berlaku.
Setiap peralatan yang menggunakan radiasi pengion harus mempunyai izin pemanfaatan alat dari BAPETEN.
Peralatan yang dicabut izin penggunaannya oleh BAPETEN tidak dapat digunakan untuk pelayanan radiologi diagnostik.
Penambahan alat baru yang menyebabkan perubahan denah ruangan, harus diberitahukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dengan melampirkan :
Fotokopi legalisir asli izin penggunaan alat dari BAPETEN beserta dokumen penyertanya.
Fotokopi legalisir asli izin edar peralatan kesehatan dari Departemen Kesehatan.
Sarana pelayanan kesehatan yang mengalami perubahan nama dan kepemilikan, pindah lokasi harus mengganti izin pelayanan.
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia pada pelayanan radiologi diagnostik :
Dokter Spesialis Radiologi
Radiografer
Fisikawan Medik
Tenaga Teknis Elektromedik
Petugas Proteksi Radiasi
Perawat
Tenaga Ilmu Teknologi
Tenaga Kamar Gelap dan administrasi
Jenis dan jumlah tenaga yang dibutuhkan dalam instalasi radiologi diagnostik digolongkan berdasarkan :




































Ruang Lingkup Radiologi Diagnostik
Pelayanan Radiodiagnostik
Pelayanan Radiodiagnostik adalah pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi pengion, seperti X – ray konvensional maupun X – Ra Mobile, Computed Tomography Scan (CT Scan), dan mammografi.
Pelayanan Imejing Diagnostik
Pelayanan imejing diagnostik adalah pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi non pengion antara lain pemeriksaan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan USG.
Pelayanan Radiologi Intervensional
Pelayanan radiologi intervensional adalah pelayanan untuk melakukan diagnosis dan terapi intervensi dengan menggunakan peralatan radiologiseperti Angiografi. Pelayanan ini menggunakan radiasi pengion maupun non pengion.












Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Pelayanan Radiologi pada Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar
Rumah Sakit Umum Daerah H.Padjonga Daeng Ngalle adalah Rumah Sakit Umum Daerah Type C yang terletak di pusat kota Takalar yang beralamatkan di JL. Ince Husain Dg. Parani Takalar. Di dirikan pada Tahun 1981 . Rumah Sakit Umum Daerah Haji Padjonga Daeng Ngalle bertanggung Jawab langsung kepada Kepala Daerah TK II Kab. Takalar. Pada Tanggal 21 Agustus 2003 berubah Status dari Type D Ke Type C, dengan SK MenKes RI No. 119/MenKes/SK/XIII. 2003.
Visi Rumah Sakit Umum Daerah H.Padjonga Dg. Ngalle Takalar
Terwujudnya pelayanan prima dengan sistem terpadu menuju pengembangan RSUD Takalar sebagai pusat rujukan selatan selatan.
Misi Rumah Sakit Umum Daerah H.Padjonga Dg. Ngalle Takalar
Memberikan pelayanan kesehatan dasar, spesialistik, subspesialistik yang bermutu tinggi dan terjangkau.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan berkelanjutan.
Menjadikan RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle sebagai rumah sakit yang bersih, indah dan ramah lingkungan di Propinsi Sulawesi Selatan.
Pengadaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar pelayanan untuk menunjang pelayanan kesehatan yang prima.






Struktur Organisasi pada Instalasi Radiologi

Kepala Instalasi Radiologi

Kepala Ruangan Radiologi

Staf Fungsional    











Tata Administrasi
Proses Penerimaan Pasien
Pasien datang ke radiologi membawa surat pengantar dari dokter untuk dilakukan tindakan radiologi diagnostik.
Petugas radiologi mencatat nama pasien tersebut ke dalam buku register kemudian pasien diberikan nomor foto atau no urut identitas film pasien.
Proses Pemeriksaan Pasien
Setelah proses administrasi selesai pasien diarahkan ke ruangan pemeriksaan.
Petugas radiologi memanggil pasien sesuai dengan no urut foto pasien ke dalam ruang pemeriksaan kemudian radiografer melakukan tindakan radiodiagnostik.
Setelah dilakukan tindakan radiologi diagnostik maka pasien diarahkan ke ruangan tunggu sementara radiografer melakukan proses pencucian film di kamar gelap.
Setelah proses pencucian selesai foto tersebut di bawa ke ruangan dokter spesialis radiologi untuk dibaca dan hasil baca dokter dimasukkan ke dalam amplop yang berisi foto pasien.
Proses Pembuatan Laporan
Rangkapan hasil baca dokter disimpan oleh petugas radiologi sebagai arsip.
Radiologi membuat laporan jumlah pasien yang datang ke radiologi setiap bulannya berdasarkan buku register pasien kemudian laporan tersebut diserahkan ke tata usaha medis.

Sumber Daya Manusia
Pada Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle Takalar sumber daya manusia yang tersedia yaitu :
Dokter Spesialis Radiologi sebanyak dua orang
Radiografer sebanyak 12 Orang
Tenaga Elektro Medik sebanyak 2 orang

Ruang Lingkup Radiologi Diagnostik
Ketersedian Alat radiologi diagnostik
Pada Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle Takalar memiliki alat sebanyak empat buah yang terdiri dari :
1 buah pesawat sinar X mobile
2 buah pesawat sinar X konvensional
1 buah automatic processing
1 buah pesawat Ultrasonografi (USG)
Tindakan Pelayanan
Pada Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle Takalar melakukan tindakan radiologi diagnostik atau foto roentgen pada :
Pemeriksaan pada tulang eksremitas atas dan bawah
Pemeriksaan kontras
BNO IVP
Myelografi
Histerosalpinografi
Uretrocistografi
Colon In Loop
Oesofagografi
MaagDuodenum
Angiografi
UltraSonografi (USG)
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pengertian efektifitas secara umum merupakan tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.
Pengertian efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat atau sedikit penggunaan sumber daya maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.
Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Radiologi pada Rumah Sakit harus sesuai dengan standar Pelayanan Radiologi Diangnostik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.1014/Menkes/SK/XI/2008 :
Manajemen dan Administrasi
Pelayanan Radiologi Diagnostik
Pelayanan kesehatan pada instalasi radiologi di rumah sakit H.Padjonga Daeng ngalle Kabupaten Takalar sudah efektif dan efisien karna prosedur pelayanannya serta sarana dan prasarana yang dimiliki pada rumah sakit tersebut sudah memenuhi standar sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan  No. 1014 / Menkes /sk /XI /2008

Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca,agar mencari keterangan-keterangan yang lebih mendetail tentang materi-materi yang dipaparkan di atas demi kesamaan persepsi dan interprestasi dalam berbagai masalah yang ditulis oleh penulis.
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat dijadikan motivasi bagi para pembaca ,khususnya bagi penulis untuk lebih giat dalam mempelajari dan memahami ilmu pengetahuan dibidang radiologi.













DAFTAR PUSTAKA

http://jilndage.blogspot.com/2012/01/definisipengertian- efektifitas.html?m=1
http://datastudi.wordpress.com/2008/07/12efektivitas-pelayanan-kesehatan-pada-rumah-sakit-umum/
http://contohdanfungsi.blogspot.com/2013/10/pengertian-efisien-dan-efektifitas.html?m=1
http://radiologi-xl.blogspot.com/2009/10/iii-pelayanan-radiologi-diagnostik.html?m=1
http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efektifitas/
http://muzayyinahns.blogspot.com/2012/11/pengertian-efektifitas-danefisien.html?m=1



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Most Read